konflik warga dan pt merak jaya beton – Radar Kediri

KEDIRI KABUPATEN – Warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo kembali geram. Pasalnya, warga menganggap PT Merak Jaya Beton telah meneken kontrak perpanjangan pabrik secara sepihak dengan kepala desa Ngebrak. Dalam kontrak baru tersebut, izin pembukaan pabrik berlaku hingga tahun 2020 mendatang.

Atas anggapan keputusan sepihak itu, Kepala Desa Ngebrak Saeroji mengatakan bahwa keputusan yang diambil merupakan yang terbaik bagi warga. Menurut dia, permasalahan tidak akan selesai jika terus terjadi tarik ulur antara perwakilan warga dan PT Merak Jaya Beton. “Kalau diskusi terus, tidak akan ada keputusan, karena keduanya saling ngotot,” kata Saeroji dalam pertemuan antara warga dan pihak pabrik kemarin.

Sebagai salah satu solusi, Saeroji lantas menawarkan agar perwakilan warga menempuh jalur hukum. Dia menganggap dengan menempuh jalur hukum akan ditemukan solusi yang terbaik. “Ini bisa menjadi solusi yang terbaik,” sambung Saeroji.

Untuk diketahui, kemarin sekitar 25 orang perwakilan warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan ‘Insan Cendikia’ melakukan pertemuan dengan PT Merak Jaya Beton sekitar pukul 12.00. Pertemuan yang digelar di Balai Desa Ngebrak itu, hadir Kades Ngebrak Saeroji dan Manajer Operasional PT Merak Jaya Beton Rahmad.

Sebelumnya, pada 3 Februari lalu, perwakilan warga juga sempat memprotes keberadaan pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan beton itu. Pasalnya, warga tak ingin peristiwa meledaknya tangki penyimpan semen pada 2017 lalu terulang lagi.

Sementara itu, perwakilan warga Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo merasa kecewa dengan keputusan yang diambil sang kades. Terlebih saat warga disarankan untuk menempuh jalur hukum melawan PT Merak Jaya Beton.

Keputusan sang kades dianggap tidak bepihak kepada warga. Pasalnya, seharusnya kades mengayomi warga dan menampung aspirasi warga. “Bukan malah menganjurkan untuk menempuh jalur hukum,” kata Gus Munir, salah satu tokoh masyarakat yang hadir kemarin.

Menurut Gus Munir, jika warga harus menempuh jalur hukum, dia pesimistis bisa menang. Namun, saat ini warga tidak memiliki pilihan lainnya selain harus berhadapan di meja hijau.

Lebih lanjut Gus Munir mengatakan, perwakilan warga sudah berkali-kali kecewa karena PT Merak Jaya Beton dianggap telah mencederai kesepakatan. Padahal, kesepakatan itu juga telah disaksikan langsung oleh aparat kepolisian dari Polsek  Gampengrejo.

(rk/*/die/JPR)

Source link