Korban Disuruh Salat Istikharah & Diajak Wisata Rohani Sebelum Ditipu – Radar Surabaya

Namun pelarian Husein berakhir setelah anggota Polsek Simokerto meringkusnya. Dia ditangkap saat pulang ke rumahnya pada Jumat (5/1). Dia ditangkap setelah salah satu korban penipuan melaporkan aksinya ke Polsek Simokerto. 

“Setelah kami intai di kediamannya, akhirnya kami dapat meringkusnya,” ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Rabu (17/1). 

Masdawati mengatakan Husein melakukan penipuan dengan cara membeli mobil Alphard dengan menggunakan cek kosong. Awalnya, dia membeli mobil tersebut kepada M Rizal, 29, warga Jalan Banowati seharga Rp 500 juta. Kemudian Husein melakukan pembayaran secara cash Rp 150 juta. 

“Sedangkan sisanya, tersangka ini memberikan dua lembar cek kepada korban. Masing-masing cek tersebut bernilai Rp 200 juta dan Rp 150 juta,” lanjutnya. 

Namun saat korban membawa cek tersebut ke bank untuk dicairkan, ternyata saldo di rekening tersangka tak mencukupi. Korban pun kaget, lantaran satu unit mobil Alphard sudah dibawa tersangka. Karena merasa tertipu, korban lantas melaporkan kasus ini ke polisi. 

“Ternyata setelah kami tangkap, tersangka ini bukan sekali dua kali melakukan aksinya. Namun sudah berkali-kali dengan modus yang berbeda. Mulai dari bisnis permata hingga jual beli busana muslim.” terangnya.

Terbukti, setelah tersangka ditangkap, banyak korban yang mendatangi polsek, mulai korban yang tinggal di Sidoarjo hingga Gresik. Dari adanya banyaknya korban yang datang tersebut, polisi menemukan fakta baru terkait modus yang dilakukan tersangka. 

“Ternyata sebelum  beraksi, tersangka terlebih dahulu mengajak korban pergi berwisata rohani. Bahkan tersangka juga meminta agar korban salat istikharah sebelum menjalin bisnis dengan tersangka,” terangnya. 

Sejumlah korban tersebut juga mengatakan jika, mereka tertipu dengan asal usul tersangka yang merupakan keturunan Arab dan seolah-olah ia mengajak kebaikan. 

Meski sudah dijebloskan ke penjara, namun Husein enggan berbicara. Dia diam seribu bahasa saat sejumlah awak media mencecarnya dengan pertanyaan terkait modus penipuan yang ia lakukan.(yua/no) 

(sb/yua/jek/JPR)