ktp di kediri

KEDIRI KABUPATEN –  Jumlah pemohon kartu tanda penduduk (KTP) di Kabupaten Kediri melonjak. Ini setelah blangkonya datang. Akibatnya, antrean di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) mengular.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, itu terlihat dalam minggu-minggu ini. Setiap hari pemohon mencapai ratusan orang. Saking banyaknya, sebagian tidak kebagian tempat duduk. Sehingga harus lesehan di lantai atau halaman kantor.

Banyak pula yang datang pagi, namun baru bisa mendapatkan KTP-nya sore hari. Bahkan, ada yang terpaksa kembali lagi keesokan harinya. Padahal, standar pelayanan yang dibuat dinas tersebut sudah cukup cepat. Yakni, 3-5 menit per KTP.

“Ini sekarang ganti saya yang mengantre,” ujar Yulianti, 39, warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem saat ditemui wartawan koran ini di kantor Dispendukcapil, Jumat (3/11) lalu. Ia mengantrekan KTP suaminya. Sebelumnya, sudah tiga kali sang suami mengantre sendiri. “Tapi, tidak bisa nunggui sampai selesai karena harus bekerja,” katanya.

Untuk diketahui, sekitar sebulan lalu Dispendukcapil baru menerima blangko KTP lagi. Sehingga, warga yang sebelumnya hanya mendapatkan surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP, bisa dilayani. Inilah yang membuat mereka berbondong-bondong untuk mencetak KTP. 

Yulianti mengungkapkan, sebelumnya, sang suami biasa mengantre sejak pukul 08.00. Namun, karena sampai pukul 13.00 tak kunjung mendapat panggilan, ia akhirnya harus meninggalkan kantor tersebut. “Suami saya harus nyopir,” ungkapnya.

Karena itulah, hari itu, ganti Yulianti yang mengantrekan KTP suaminya. “Ini saya tunggui sampai selesai,” lanjutnya. Ia sengaja mencari posisi tak jauh dari loket. Harapannya, sewaktu-waktu dipanggil bisa segera datang.

KTP sang suami memang tinggal cetak. “Datanya sudah masuk,” kata perempuan berambut panjang itu. Namun, sebelum itu, suaminya terlebih dulu mengurus ke desa hingga kecamatan untuk mendapatkan pengantar. “Harus cari kades dan camatnya juga sampai ketemu,” tuturnya.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kediri Dede Sujana mengakui, jumlah pemohon KTP minggu-minggu ini memang melonjak. Seperti Kamis (2/11) lalu. Angkanya mencapai 700 pemohon. Mereka ingin agar KTP-nya dicetak.

Inilah yang membuat antrean menjadi lama dan panjang. Padahal, sebenarnya, untuk cetak satu KTP hanya butuh waktu tiga menit. “Taruhlah sekalian dengan pengecekan data pemohon, waktunya sekitar lima menit untuk tiap KTP. Kalau 700 pemohon, berapa lama waktu yang dibutuhkan?” tanya dia didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Krisna Setiawan.

Ya, dengan data tersebut, perhitungan koran ini, tiap mesin hanya bisa mencetak 12 lembar KTP dalam satu jam. Misalnya di kantor dispendukcapil ada lima unit mesin cetak KTP, tiap jam hanya bisa mencetak 60 lembar KTP.

Lalu, dengan jumlah 700 pemohon, waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskannya lebih dari 11 jam. Padahal, jam kerja PNS dalam sehari hanya delapan jam. Jika demikian, sisanya terpaksa baru bisa dikerjakan esok hari.

Itu pun, catatan koran ini, sebenarnya sudah jauh lebih cepat dibanding sebelum-sebelumnya yang bisa molor hingga mingguan bahkan bulanan. “Karena datang bareng-bareng seperti sekarang, antreannya memang jadi lebih lama,” sebut Dede. Namun, dia memastikan bahwa dispendukcapil terus meningkatkan layanannya. “Setidak-tidaknya, waktu cetak 3-5 menit per KTP itu bisa dipenuhi,” tandasnya.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link