Lagi, Warga Kintamani Bunuh Diri, Kali Ini Diduga karena Utang – Bali Express

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi kemarin mengungkapkan, kasus dugaan bunuh diri ini bermula ketika Ni Komang Yarti, 35, yang tak lain istri korban kelimpungan mencari keberadaan suaminya. Sebelumnya korban sendiri sempat berpamitan kepada Yarti untuk mencari rumput pakan sapi. Setelah mencari sendiri, sekitar jam 18.45 perempuan muda ini meminta bantuan kepada I Nyoman Nuada, 54, yang juga warga Munduk Waru untuk mengantarkannya mencari keberadaan suaminya.

“Karena saat itu sudah mau malam, suaminya tidak pulang ke rumah. Makanya istrinya ini minta bantuan Nuada untuk ikut mencari. Salah satu tempat yang mereka tuju yakni areal hutan Binyan di Munduk Waru,” ucapnya.

Namun alangkah terkejutnya mereka, karena ketika Yarti yang diantar Nuada ke areal hutan Binyan Munduk Waru, korban I Putu Dana sudah ditemukan dalam posisi tergeletak tidak sadarkan diri di tepi jalan, di samping sepeda motornya yang terparkir di sebelahnya. Tidak hanya itu, di sekitar lokasi penemuan korban juga ditemukan dua kaleng racun pembasmi rumput.

“Saat korban ditemukan tidak sadarkan diri itu, disampingnya juga ditemukan dua kaleng racun. Masing-masing merk Gramoxcon dan Bimastar, yang keduanya merupakan racun pembasmi rumput,” terangnya.

Melihat kondisi korban yang sudah lemas itu, Yarti bergegas menghubungi paman korban I Wayan Armita. Tak butuh waktu lama, kedatangan Armita langsung diikuti dengan upaya menolong korban dengan cara melarikannya ke RSUD Bangli.

“Begitu sampai di UGD RSUD Bangli, korban ini sebenarnya sempat langsung mendapatkan penanganan secara intensif. Kondisi korban saat itu juga masih dalam keadaan setengah sadar, dan sebagian racun yang dia minum juga sebagian sudah berhasil dikeluarkan,” terangnya.

“Namun berdasarkan informasi terakhir, korban dinyatakan meninggal dunia dinihari tadi (Kamis, Red) sekitar jam 04.00,” imbuhnya.

Disinggung mengenai motif korban melakukan aksi nekat itu AKP Sulhadi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi yang diperoleh jajaran Polsek Kintamani, diduga kuat korban mengalami depresi karena utang yang membelitnya.

“Hasil pemeriksaan dan keterangan penyidik di Polsek Kintamani, kuat dugaan motif korban melakukan tindakan nekat itu karena terlilit utang. Sebab banyak di antara mereka yang mulai menagih utang tersebut ke korban,” pungkasnya. 

(bx/wid/ima/yes/JPR)

Source link