Perempuan asal Dusun Bendo, Desa Jarak, Plosoklaten ini meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), pertigaan Jalan Desa Tunge. Sementara tiga lainnya yang luka-luka dibawa ke RS Bhayangkara Kediri.

Kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario AG 6276 QB yang dikendarai M. Hatta , 69, warga Desa Tunge, melaju searah dengan motor Honda CBR 250 bernopol AG 2920 EU yang dikendarai Didit Eko Mega, 23, asal Desa Sugihwaras, Ngancar. Dia membonceng Bambang Wicaksono, 23, warga Ngancar.

Awalnya perjalanan aman dan lancar. Kedua kendaraan dari arah selatan (Wates) menuju arah utara, Desa Tunge. Sampai di pertigaan Jalan Raya Tunge, Didit yang naik Honda CBR akan mendahului dari lajur kanan. Tak disangka, motor Honda Vario di depannya belok mendadak ke kanan.

Karena jarak sangat dekat, motor CBR milik Bambang itu menabrak Vario dari belakang. Imbasnya, Hatta langsung terjatuh dari kendaraannya. Sedangkan motor yang dinaiki Didik oleng namun terus melaju. Celakanya, dari arah berlawanan, Andriani yang naik Honda Spacy juga tengah melintas.

Tak pelak, kendaraan Spacy dengan CBR itu pun bertabrakan. “Motor CBR tersebut melaju terlalu kencang di lajur jalan sebelah kanan sehingga laka lantas tidak terhindarkan,” terang Kasihumas Polsek Wates Bripka Agung S.

Petugas yang mendapatkan laporan dari masyarakat segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Dibantu warga, mereka mengevakuasi korban. Andriani yang luka pada wajah dan kepala meninggal di TKP.

Sedangkan Hatta mengalami patah tulang tangan kanan. Bambang luka lecet siku dan kaki. Didit luka ringan. “Ketiga pengendara yang terluka dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani perawatan lebih lanjut,” pungkas Agung.

(rk/die/die/JPR)

Source link