Laka Lantas Pelajar – Radar Solo

Korban mengendarai motor Yamaha Byson AD 5264 VR dari arah selatan. Pada saat kecelakaan diduga berkendara terlalu ke kanan dan dengan kecepatan yang tinggi. Bersamaan, dari arah berlawan melaju Honda Karisma serta Honda Supra X 125.

“Dari jauh (pengendara Byson) sudah kencang dan terlalu ke kanan. Saya melambaikan tangan sambil meneriaki untuk hati-hati, tapi tidak dengar sepertinya,” ujar saksi mata Yudianto.

Karena sudah terlalu dekat, lanjut pria yang berprofesi sebagai juru parkir di sekitar lokasi kejadian ini, Maulana tidak dapat menghindar dan menabrak dua sepeda motor di depannya.

Akibat benturan keras, Maulana terpental hingga lima meter dan helmnya pecah karena membentur aspal. Dia meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan dua sepeda motor lainnya menabrak dua mobil yang terparkir di lokasi kejadian. 

Kasubnit II Laka Satlantas Polresta Surakarta Ipda Suharto menjelaskan, hasil penyelidikan sementara, kecelakaan disebabkan human error  pengendara Byson. “Kita duga karena terburu-buru berangkat sekolah, sehingga dia mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi,” ungkapnya.

(rs/atn/bay/JPR)