Tabrakan dahsyat tersebut terjadi saat kondisi jalan sepi. Minibus berpenumpang belasan orang itu melaju dari barat. Kendaraan tersebut dikemudikan Sahuri, 40, warga Dusun Onggeen, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

Sementara dump truck bermuatan batu bata dikemudikan Ismail, 45, warga Desa Banyubulu, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Truk dengan penumpang Atnan, 50, warga Desa Banyubulu, Kecamatan Proppo, melaju dari timur.

Dua kendaraan itu bertabrakan keras. Hal tersebut mengagetkan warga sekitar. Para penumpang minibus banyak terluka. Sementara pengemudi minibus, yakni Sahuri, meninggal setelah berhasil dievakuasi.

Sopir minibus lama tidak bisa dievakuasi. Sebab, bagian anggota tubuhnya terjepit. Beberapa menit setelah berhasil dievakuasi warga, sopir minibus meninggal. Sementara sopir dump truck tidak mengalami luka serius. Pasca kejadian, sopir truk sadarkan diri. Belasan penumpang dibawa ke rumah sakit di Sumenep untuk mendapatkan perawatan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, penumpang minibus baru saja datang berziarah. Mereka bersama-sama berasal dari Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Sumenep.

Yang langsung dibawa ke rumah sakit yaitu Nur Aini, 32; Sutina, 60; Suhaina, 32; Siti Maryam, 15; Nurhasanah, 21; Nispul Hadi; Moh. Jakfar, 45; Moh. Ilham Wahyudi,12; Moh. Hendri, 23; dan Moh. Ismail. Pantauan Jawa Pos Radar Madura di lokasi, dua kendaraan ringsek.

Minibus rusak parah di bagian depan. Beberapa jam setelah kejadian, polisi melakukan evakuasi. Jajaran Satlantas Polres Sumenep melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tidak ada saksi mata saat tabrakan. Warga sekitar yang kali pertama datang ke TKP sudah melihat dua kendaraan itu rusak parah. Puluhan penumpang tergeletak. Baik di dalam kendaraan maupun di luar.

Diduga kuat, dump truck melaju terlalu ke kanan sehingga tertabrak dengan minibus. ”Sepertinya, truk terlalu ke kanan sehingga tabrakan dengan minibus,” ungkap Amar, 32, warga Desa Karduluk.

Warga sekitar langsung melakukan pertolongan. Ambulans bolak-balik mengangkut korban. Hanya, satu korban yakni sopir minibus cukup lama tidak bisa langsung tertolong. Sebab, kondisi badannya terjepit.

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora yang diwakili Kasubbaghumas AKP Suwardi menyatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait kecelakaan maut itu. ”Kami sudah melakukan olah TKP. Dump truck diduga terlalu ke kanan sehingga bertabrakan dengan minibus,” ucapnya.

(mr/fat/hud/bas/JPR)

Source link