Latihan Cuma 2 Peluru, Pencuri Pistol Polisi Baku Tembak dengan Polisi – Bali Express

“Peluru tersebut merupakan senpi organik Polri yang dinyatakan hilang oleh pemegang senjata api tersebut. Saat itu senpi dicuri bersamaan 10 butir peluru. Yang dua butir digunakan latihan nembak, satu butir ditembakkan untuk mengancam korbannya dan satu lagi ditembakkan saat baku tembak dengan anggota. Sementara sisanya kini sudah diamankan,” terang Wadir Reskrimum Polda Bali AKBP Sugeng Sudarso pada Selasa sore.

Donal yang tinggal di Jalan Batas Dukuh Sari, Sesetan diamankan oleh tim gabungan Jatanras Ditreskrimum dan Opsnal Polres Karangasem pada Minggu (28/1) sekitar pukul 01.00 tempatnya menginap Hotel Wisata Indah Jalan Bedugul, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Penangkapan yang bersangkutan berawal dari penangkapan rekannya, Kadek Agus Yuda Arta, 20, yang berasal dari Karangasem terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias curas yang dilakukannya bersama – sama. Setelah dikembangkan akhirnya Donal yang kerap berpindah – pindah tempat tinggal terendus keberadaannya dan dapat diamankan.

“Anggota membuntuti tersangka dan diketahui menginap di TKP. Keduanya kenal di Lapas Karangasem dengan kasus yang sama. Residivis curat brankas. Baru saja bebas 3 bulan lalu,” imbuhnya.

Namun saat dilakukan penyergapan oleh petugas, Donald justru mengeluarkan senjata api dan melakukan perlawanan. Untungnya saat itu petugas dapat menghindar saat Donal menembakkan peluru.

Untuk menghentikan ulahnya petugas kemudian menembakan peluru ke arah tangan dan kaki tersangka. “Sempat membentak anggota dan melakukan perlawanan dengan menodongkan pistol kepada anggota karena merasa diikuti saat itu. Senjatanya ditaruh ditas pinggang warna hitam. Saat itu tersangka masih sakau habis menggunakan sabu. Dia lari sambil mengacungkan senjata dan menembakkan peluru. Karena tahu itu anggota dia berusaha kabur melompat melalui pagar. Namun jatuh tersungkur. Kemudian saat akan mengambil pistolnya sama anggota langsung ditembak mengenai jempol tangan kanannya,” jelasnya.

Kemudian diambil tindakan tegas, pelaku dilumpuhkan dengan empat luka tembak di kaki dan satu luka tembak di tangan. “Peluru yang ada di bagian betis kiri masih bersarang. Belum bisa diangkat karena keterangan dokter masih memar. Sehingga nunggu memarnya hilang dulu,” jelasnya.

Sementara itu senjata api yang digunakan pelaku diketahui merupakan senjata api revolver kaliber 5,6 milimeter milik anggota Polri yang dinyatakan hilang dicuri. Dengan laporan LP/487/XXI/2017 tertanggal 6 Desember 2017 terkait pencurian dengan pemberatan di Jalan Tukad Balian, Denpasar. “Masih kami dalami, apakah senpintersebut dicurinya atau dapat dari temannya,” jelasnya.

Berdasar LP/02/I/2018/Bali/Res Karangasem/Sek Sidemen, keduanya melakukan pencurian sehari sebelum akhirnya Donal ditangkap. Saat itu Donal mendatangi rumah korbannya I Nyoman Dapet, 75, di Banjar Telunwayah Betenan Desa Tri Eka Buana Sidemen Karangasem dengan mengaku senagai anggota Polri yang bermaksud melakukan penggeledahan. Ulahnya di  siang bolong tersebut kemudian membuahkan hasil dengan berhasil menggondol barang – barang korbannya.

“Curas tersebut dilakukan tanggal 28 Januari 2018 di rumah korban. Modusnya mendatangi rumah korban dan mengaku sebagai anggota Polri dan menunjukkan senjata api curiannya. Lalu kedua pelaku masuk mengambil barang – barang korban. Saat korban berusaha menelpon mencari pertolongan, pelaku membentaknya dan menembakkan peluru didepan rumah korban. Kemudian keduanya lalu kabur,” jelasnya.

Saat dilakukan penggeledahan di kamar hotel yang baru dihuninya selama sehari tersebut, didapatkan 0,5 gram sabu sisa dipakai, bong dan 4 butir ekstasi serta selongsong peluru. Juga beberapa barang bukti uang tunai, gelang dan kalung emas serta handphone.

“Kami duga dia ini bandar yang suka mengedarkan sabu. Pengakuannya sabu dari Jawa Timur yang diambilnya dalam jumlah banyak. Selain itu juga pemakai,” jelasnya.

Untuk kasus pencurian tersebut, tersangka disangkakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara serta Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan kasus narkobanya tengah di tangani Ditresnarkoba Polda Bali.

(bx/afi/bay/yes/JPR)

Source link