Kabid Mitigasi PVMBG, I Gede Suantika menyampaikan bahwa hingga Senin (11/12) Gunung Agung masih dalam fase erupsi efusif, dimana erupsi ini masih disertai dengan hembusan abu dengan ketinggian maksimal 2.500 meter dari kawah.

“Kemudian abu ini sifatnya tidak kontinu, satu kali hembusan lamanya tidak sampai 30 detik,” ungkapnya saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agung Rendang.

Jadi apabila dijumlahkan, kata dia, per hari hembusan abu masih lebih kecil dibandingkan rata-rata perhari saat tanggal 25 hingga 29 November 2017 lalu, dimana saat itu aktifitas cukup tinggi dan hampir kontinu. “Saat itu selama empat hari berturut-turut puncak diguyur abu, sekarang hanya sekitar 30 detik saja,” imbuhnya.

Kendatipun hembusan abu terbilang kecil, namun menurutnya kondisi kawah saat ini masih terus diisi oleh lava. Hanya saja laju pertumbuhan lava yang kurang begitu tinggi. Ia pun menegaskan pengisian kawah dengan lava inilah yang membuat terbentuknya kubah lava. Dimana foto tentang kubah lava saat ini tengah viral di media sosial, yang diklaim diabadikan oleh seorang fotografer secara langsung dengan mendaki Gunung Agung. “Lava yang terbentuk di permukaan ada dua kemungkinan, yaitu akan membentuk kubah lava atau akan membuat danau lava (Lava Lake) apabila kawahnya luas. Dalam hal ini kawah Gunung Agung tidak begitu luas, jadi diperkirakan masih membentuk kubah lava,” papar Suantika.

Hanya saja pihaknya tidak bisa berkomentar banyak mengenai foto tersebut. Namun PVMBG akan melakukan pengamatan langsung menggunakan drone apabila cuaca memungkinan, mengingat saat ini hujan terus mengguyur wilayah Karangasem dan sekitarnya.

Saat ini pihaknya masih berpedoman pada pengamatan satelit tanggal 29 November 2017 lalu, dimana lava sudah memenuhi sepertiga kawah atau dengan ketinggian 30 meter. Maka dari itu pihaknya belum bisa memastikan apakah aktifitas Gunung Agung benar-benar menurun, tetap atau bahkan meningkat. “Nanti kita akan diskusikan, karena kita belum bisa memastikan apakah aktifitas naik, tetap atau turun, karena masih berfluktuatif. Kita tugasnya mengamati dan nanti akan kita berikan rekomendasinya,” tegasnya.

Sementara itu berdasarkan pengamatan PVMBG mulai pukul 12.00 hingga pukul 18.00 tercatat kegempaan berupa 10 kali hembusan amplitudo 6 -25 mm durasi 45 – 90 detik, gempa low frequency 4 kali dengan amplitudo 8 – 15 mm durasi 40 – 60 detik, dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1 -2 mm dominan 1 mm. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link