Selasa (15/5) malam, gabungan kelompok pemuda dan mahasiswa, seperti GMNI Denpasar, LMFH Unud menggelar aksi di Perempatan Catur Muka, Denpasar.

Aksi damai tersebut dilaksanakan pukul 21.00 malam. Dimulai dengan menyalakan lilin yang dibawa oleh tiap-tiap peserta dan juga dibarengi dengan pembagian bunga mawar merah.

Setelah itu pengumpulan tanda tangan dalam bentuk aksi melawan terorisme. Lilin adalah symbol kobaran api semangat perjuangan.

Sementara mawar merah melambangkan symbol Pancasila yang artinya berani, namun tetap memanusiakan manusia.

“Aksi ini juga disertai dengan penggalangan tanda tangan symbol gerakan Bersama melawan aksi terorisme,” ujar koordinator aksi AA Ngurah Deva Ekada.

Dalam aksinya mereka juga memberikan pernyataan sikap. Antara lain”

1.       Turut Berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dari aksi terorisme yang terjadi belakangan ini dan mengecam segala bentuk aksi teror yang terjadi.

2.       Mendesak pihak yang berwajib untuk segera mengambi langkah-langkah antisipasi dan mengusut tuntas aksi terorisme serta mendesak DPR RI untuk segera mungkin mengesahkan  revisi Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

3.       Mengajak seluruh Bangsa Indonesia dengan semangat Bhineka Tunggal Ika untuk tetap berpegang teguh terhadap nila-nilai luhur Pancasila.

Menurut Deva, aksi terorisme yang tejadi di tanah air belakagan ini berdampak pada terganggunya stabilitas keamanan, ekonomi, serta keutuhan NKRI.

Karena itu, mereka mengajak masyarakat Indonesia jangan takut da tidak terprovokasi atas aksi terorisme yang terjadi belakangan ini.

 “Tetaplah menjaga persatuan ini demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. 

(rb/feb/mus/mus/JPR)

Source link