Lestarikan Budaya Lokal, Suguhkan Kesenian Janger – Radar Banyuwangi

ROGOJAMPI – Pergelaran Seni Budaya Janger dalam memperingati Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur berlangsung meriah dan semarak, Sabtu malam (28/10). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Dusun Banje, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, itu dipadati masyarakat sekitar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum Pemerintahan dan Pembangunan Heru Santoso, Forum Pimpinan Kecamatan Rogojampi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata M.Yanuar Bramuda, serta seluruh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Daerah pemilihan (Dapil) tiga Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pembangunan Heru Santoso menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan kepada Banyuwangi sebagai salah satu tempat dilaksanakan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, melalui kegiatan pergelaran pentas seni dan budaya. ”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga di tahun mendatang terus berkelanjutan,” ujarnya.

Di hadapan ratusan masyarakat yang berjubel di lapangan Banje tersebut, Heru Santoso juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan pemimpin Banyuwangi dan Jawa Timur. Agar dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya diberikan kesehatan dan keselamatan.

Sementara itu, KH. Fauzan yang membacakan sambutan mewakili Ketua DPRD Jawa Timur menyampaikan, kegiatan pentas seni dan budaya janger tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan apresiasi seni budaya bangsa yang wajib untuk terus dijaga dan dilestarikan di tengah maraknya pengaruh budaya asing di era globalisasi. Apalagi budaya asing itu tidak selaras dengan kehidupan masyarakat. ”Semoga momentum ini dapat menggugah kembali rasa memiliki dan kebanggaan kita terhadap budaya warisan leluhur,” ungkap Fauzan.

Karena itu, imbuh Fauzan, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur yang diperingati 12 Oktober 2017, DPRD Jawa Timur menyelenggarakan pentas seni dan budaya di 11 kabupaten di Jawa Timur. Salah satunya di Kecamatan Rogojampi. ”Melalui pentas seni ini, diharapkan masyarakat akan lebih mengenal hari jadi Provinsi Jawa Timur yang diperingati setiap 12 Oktober,” jelas Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur ini.

Kesenian janger merupakan salah satu kesenian yang familier di masyarakat. Janger juga bisa dikatakan sebagai kesenian hibrida yang memadukan antara kesenian Bali dan Jawa. Lebih dari itu, kesenian janger dalam sejarahnya juga merupakan medium yang efektif bagi pejuang kemerdekaan dalam melawan penjajahan Belanda.

Kesenian janger, selain bersifat menghibur juga menanamkan semangat perjuangan yang besar bagi masyarakat untuk terbebas dari penjajahan. Dengan demikian, sudah seharusnya menjadi kewajiban masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan kesenian bagi generasi berikutnya.

”Pergelaran seni budaya ini merupakan yang kesembilan dari sebelas rangkaian yang dilaksanakan di kabupaten/kota di Jawa Timur,” terangnya.

Pemprov Jatim juga telah menetapkan tema hari jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur tahun 2017 yakni, Peningkatan Sumber Daya Manusia lewat Pendidikan Kejuruan sebagai Solusi Jawa Timur Mandiri dan Berdaya Saing Global.

”DPRD Jatim juga sebagai mitra utama dalam pembangunan daerah terus mendukung Pemprov melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan sekolah kejuruan supaya tercipta tenaga kerja yang siap dan mandiri dalam persaingan globalisasi dunia,” tambah Makmulah Harun, anggota DPRD Jatim.

Source link