Lesunya Penjualan Lilin Valentine – Radar Solo

Eki mengaku permintaan lilin tema Valentine masih adem ayem. Sampai saat ini baru lima toko ritel yang memesan. Per toko memesan sekitar 200 pack.

”Tahun lalu sejak Januari saja sudah banyak yang pesan. Memang tahun ini agak sepi. Mudah-mudahan Februari sampai seminggu jelang Valentine Day pesanan bisa bertambah,” kata Eki kepada Jawa Pos Radar Solo.

Eki juga mengaku kondisi saat ini memang sedikit berbeda. Kemungkinan banyak yang mulai tidak merayakan Valentine. Sehingga tidak memerlukan lilin khusus. Sementara untuk tema Valentine, Eki biasanya hanya bermain warna, pita, dan bentuk saja.

Hari kasih sayang identik dengan kelembutan dan berwarna merah muda. Eki memproduksi lilin gelas berwarna merah muda. Kemudian ditempel tulisan sesuai pesanan. Selain itu, pihaknya juga menerima custome lilin tema Valentine dengan berbagai bentuk. Misalnya lilin bertuliskan I Love You, bentuk hati, bentuk beruang, serta bunga mawar dengan warna-warna sesuai permintaan. 

Eki sejatinya tak memiliki tema khusus untuk lilin buatannya. Namun dia tetap memberi sentuhan agar hasil karyanya lebih inovatif. Khusus tahun ini, Eki membuat lebih dari 20 desain lilin. Permintaan lilin custome masih dominan dibandingkan produk siap pakai. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai Rp 10-15 ribu.

”Pasar kami sudah merambah seluruh Indonesia. Kebanyakan permintaan personal. Kemudian ada beberapa orang dari luar negeri yang datang juga untuk mengambil langsung pesanannya. Dalam sehari bisa bikin 300 lilin di dalam gelas,” beber Eki.

(rs/gis/bay/JPR)