Libur Lebaran, Penjualan Batik Turun 70 Persen – Radar Semarang

MENURUN: Suasana sepi penjualan batik yang ada di IBC Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Jumat kemarin.
(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Omzet penjualan batik di Kabupaten Pekalongan menurun drastis hingga 70 persen selama libur lebaran tahun 2018. Penjualan batik yang menurun tersebut terjadi di Grosir Pantura Siwalan, Pusat Pertokoan di Desa Kertyijayan, Kecamatan Buaran dan IBC Wiradesa.

Pengurus Pedagang Batik IBC Wiradesa, Kholidin, Jumat (29/6) kemarin, mengungkapkan bahwa libur lebaran tahun 2018 ini adalah penjualan batik terburuk dan mengalami penurunan hingga 70 persen jika dibandingkan tahun 2017 lalu.

Menurunnya pengunjung saat liburan lebaran kemarin menurutnya salah satunya disebabkan karena tol fungsional Pemalang-Batang yang dibuka untuk arus mudik dan balik. Hal itu diperparah dengan tidak adanya rest area dan exit tol yang ada di Kabupaten Pekalongan.

“Libur lebaran tahun 2017 lalu tol fungsional Pemalang-Batang juga sudah diaktifkan namun belum tersambung langsung dengan Tegal dan Pemalang, sehingga masih banyak pemudik yang mampir ke Kabupaten Pekalongan dan berbelanja batik, demikian juga pada arus balik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan untuk mendongkrak penjualan batik dan produk UMKM lainnya di Kabupaten Pekalongan. Pemda Kabupaten Pekalongan akan membangun rest area tipe A yang dapat menampung ratusan UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan.

“Pemda akan segera bangun rest area tipe A, yang ada di pada jalur tol Pemalang Batang, adapun lokasinya sudah kita siapkan, di rest area itu bukan hanya ada SPBU namun juga tempat untuk kuliner dan produk khas UMKM termasuk batik Kabupaten Pekalongan,” tegas Bupati Asip. 

(sm/thd/bas/ap/JPR)