libur panjang natal 2018 – Radar Kediri

KEDIRI KOTA- Suasana libur panjang menjelang Natal mulai terasa. Tak hanya kepadatan kendaraan di jalan raya saja, juga menumpuknya penumpang di Stasiun Kereta Api Kota Kediri. Jumlahnya juga mencapai ribuan orang. Dalam catatan pihak stasiun, mereka yang memanfaatkan moda transportasi kereta api kemarin mencapai 2.300 orang.

“Sebagian besar penumpang yang naik adalah orang jauh. Jadi bisa dibilang mereka ini sedang mudik,” terang Andy Febri, kepala Stasiun Kota Kediri kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sebenarnya kenaikan penumpang pengguna kereta api (KA) sudah mulai dirasakan sejak seminggu yang lalu. Tepatnya ketika mulai masuk libur sekolah. Meski demikian jumlahnya tidak naik signifikan. Yakni sekitar 1.700 hingga 1.800 penumpang setiap harinya. Nah, kemarin menjadi puncak kepadatan arus mudik libur Natal kali ini.

“Tanggal 22 Desember kemarin ada setidaknya 1.927 penumpang yang naik dan 1.926 penumpang turun,” tambah Andy.

Sebagian besar para penumpang yang naik memiliki tujuan jarak jauh. Seperti Jakarta. Sebagian adalah mereka yang baru dari Kampung Inggris. Mereka adalah siswa yang baru menyelesaikan masa belajarnya di kampung yang sudah menasional itu. Sebagian lagi adalah santri-santri pondok pesantren di Kota Kediri yang akan akan mudik.

“Yang tujuan lokal Surabaya Malang juga banyak,” tambah pria asli Lumajang tersebut.

Menurut Andy, PT KAI telah mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut jauh-jauh hari. Pihak daerah operasi (DAOP) 7 memberlakukan tiga KA tambahan. Yakni KA Brantas tambahan, KA Matarmaja tambahan, dan KA Gajayana tambahan. Masing-masing memiliki kapasitas sekitar 800 penumpang.

“Itupun tiketnya sudah habis terjual karena memang pembelian bisa dilakukan minimal 90 hari sebelum hari H,” tandasnya.

Begitu pula dengan kereta reguler. Seluruh tiket KA jarak jauh sudah habis terjual hingga 4 Januari nanti. Stasiun Kediri tidak lagi melayani pembelian tiket untuk pemberangkatan sebelum itu. Meski demikian, masyarakat masih bisa membeli tiket KA lokal.

“Yang tempat duduk juga habis sebenarnya. Tetapi kalau mau berdiri dengan menggunakan KA lokal masih bisa,” beber Andy ketika ditemui di stasiun.

Diperkirakan puncak arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan terjadi 2 atau 3 Januari. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak stasiun bekerjasama dengan pihak eksternal. Setiap hari ada personil Polri dan TNI yang ikut menjaga keamanan dan ketertiban.

Sedangkan tim keamanan internal juga diperketat. Setiap hari ada setidaknya dua polisi khusus KA (polsuska) yang berjaga di setiap shift. Kantor pusat DAOP 7 di Madiun juga secara berkala mengirimkan personil untuk ikut berjaga.

Sementara itu, kepadatan kendaraan di Kota Tahu menjadi pantauan Polresta Kediri. Khususnya mendekati liburan dan perayaan Natal 2017. Kemarin, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi melakukan pengecekan arus lalu lintas dan pos pengamanan (pospam).

“Saya ingin tahu secara langsung bagaimana kondisi lalu lintas dan pospam yang ada,” tegas Anthon saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, dalam pengecekan ini ia ingin memastikan seluruh personelnya siap mengamankan perayaan Natal. Ada enam pospam yang dikunjungi Anthon. Mulai yang ada di Jalan Dhoho, Alun-Alun, Burengan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Veteran, dan simpang empat Mrican.

Sekitar dua jam Kapolresta berputar menuju ke titik-titik pospam tersebut. Menurut Anthon ada tiga titik yang rawan. Yakni di simpang empat Mrican, Jalan Dhoho, dan Jalan Ahmad Yani. Di tempat-tempat itu rawan sekali terjadi kemacetan.

“Di sana tadi lumayan (rawan macet), jadi anggota sudah saya arahkan untuk terus siaga. Mulai penguraian macet dan kejadian apapun. Semua harus segera ter-cover,” ungkap perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Pantauan koran ini, pada jalur utama perdagangan kota mulai Jalan Dhoho hingga Alun-Alun aktivitas peningkatan kendaraan mulai terasa pada pukul 14.00 kemarin. Sedangkan di simpang empat Mrican keramaian arus mulai terasa dari arah barat atau arah Nganjuk.

Anthon menilai kepadatan kemarin masih dalam kategori wajar. Namun ia tidak bisa memprediksi berapa ribu kendaraan yang masuk dari arah barat ke Kota Kediri. “Mungkin mulai besok (hari ini, Red) baru terasa padat nanti. Soalnya sekarang masih seperti weekend biasa,” imbuh Anthon.

Selain mulai mengamati kepadatan arus di jalan raya, Anthon mengatakan polisi juga akan melakukan sterilisasi di beberapa gereja pada hari ini. Seperti Puhsarang dan Gereja Getsemani  di Jalan Hasannudin.

Anthon menegaskan polisi akan menerjunkan tim antibandit untuk menyisir daerah sekitar gereja. Tujuannya untuk mewaspadai kemungkinan munculnya tindak kejahatan amupun ancaman terorisme. “Kami pastikan harus aman dan steril di sana (gereja, Red),” pungkasnya.  

(rk/dna/noe/die/JPR)

Source link