Lima Titik Rawan Longsor Jalur Ponorogo – Radar Madiun

Kelimanya tersebar di Desa Arjosari, Kedungbendo, Ngreco, Tegalombo, dan Pucangombo. ‘’Di titik-titik tersebut, banyak tebing yang mudah longsor saat hujan,’’ kata Kasi Pembangunan Jalan UPT DPU Jatim wilayah Pacitan Budi Hari Santoso, Senin (6/11).

Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo, menjadi titik paling rawan karena kondisi tebing yang relatif tegak. Utamanya masuk daerah bekas keprasan pelebaran jalan. Dengan demikian, potensi longsor bisa saja terjadi sewaktu-waktu saat hujan turun. 

‘’Kontur tanahnya labil,’’ ungkapnya.

Sebagai antisipasi, Budi mengaku telah menyiapkan dua alat berat berupa backhoe untuk membersihkan material longsor. Satu alat berat diletakkan di Desa Ngreco, sedangkan satu backhoe lainnya diparkir di kantor. 

Di samping itu, pihaknya juga memperbanyak tanda peringatan rawan longsor di pinggir Jalan Raya Pacitan-Ponorogo. 

‘’Alat berat itu bisa digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi longsor menutupi badan Jalan Pacitan-Ponorogo,’’ tuturnya.

Sebelumnya, longsor sempat menerjang Jalan Raya Pacitan-Ponorogo pada Sabtu malam lalu (4/11). Tepatnya di kilometer 30 masuk Dusun Melikan, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo. 

Tebing setinggi 50 meter di sisi jalan ambrol setelah diguyur hujan lebat selama dua jam. Longsor mengakibatkan akses lalu lintas dari arah Pacitan maupun sebaliknya tersendat. 

Petugas terpaksa memberlakukan sistem buka tutup. Karena material longsor menutup separo badan jalan. 

Material longsor baru bisa dibersihkan sekitar satu jam kemudian setelah pihak UPT DPU Jatim wilayah Pacitan mengirimkan bantuan berupa satu unit backhoe ke lokasi kejadian. 

Selain Jalan Raya Pacitan-Ponorogo, jalan provinsi penghubung antara Kecamatan Arjosari dengan Nawangan juga rawan longsor. 

‘’Untuk Jalan Arjosari-Nawangan, titik rawan longsor berada di Desa Gondang, Desa Temon, dan Desa Nawangan,’’ jelas Budi. 

(mn/her/sib/sib/JPR)

Source link