Limbah Tetes Tebu Berbahaya karena Mengandung Zat Nitrogen – Radar Banyuwangi

SITUBONDO – Bisa jadi penyebab kerusakan sejumlah tanaman petani di sawah karena dialiri tetes PG Panji. Sebab, hasil samping pengolahan tebu itu mengandung zat nitrogen yang tidak bagus untuk kesuburan tanah.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Situbondo, Hasan Husni menerangkan, jika volumenya terlalu besar, maka bisa mengakibatkan kerusakan tanaman. “Cuma kadang-kadang bisa menghijaukan juga,” terangnya.

Lantas, kenapa tanaman yang terkena aliran tetes tidak rusak semua. Hasan menerangkan, yang layu tersebut bisa saja karena terlalu banyak tetesnya. Sedangkan yang tidak rusak kemungkinan karena sudah mendapatkan kekebalan dari pemupukan yang sudah dilakukan sebelumnya.

Makanya, wajar jika ada tanaman yang rusak, dan ada yang tetap subur. Meski demikian, terang Hasan, tidak bisa dipastikan kalau penyebab kerusakan padi, jagung, dan cabai petani karena aliran tetes PG Panji. “Tidak bisa kita katakan semata-mata karena ada tetes,” jelasnya

Terkait dengan insiden tersebut, Hasan mengaku sudah berkoordinasi langsung  dengan manajemen pabrik. Agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan, pihak PG bersedia melakukan ganti rugi terhadap sejumlah tanaman petani yang rusak. 

Lebih jauh, Hasan menerangan, selama ini banyak petani yang menjadikan limbah dan sejenisnya sebagai pupuk. Menurutnya, hal tersebut wajar dilakukan karena berdampak terhadap kesuburan tanaman. “Memang bisa menyuburkan kalau dicampur dengan bahan pupuk lain. Kalau tidak ada campuran tetap ada dampak negatifnya,” terangnya.

Kata dia, secara umum, limbah pabrik tidak bagus untuk kesuburan tanah. Ketika dipergunakan sebagai pupuk, akan merusak struktur dan tekstur tanah. Makanya, beberapa lahan persawahan di Situbondo teksturnya kini banyak yang rusak.

“Oleh karena itu, kita mulai menggalakkan pupuk organik. Sebab, kalau yang non organik, lama-kelamaan akan merusan kesuburan tanah. Baik tekstur maupun strukturnya,” terang Hasan.

Seperti yang diketahui, tanaman di persawahan petani di Desa/Kecamatan Kapongan banyak yang rusak. Diduga penyebabnya karena terkena aliran tetes PG Panji. Dugaan ini mencuat karena pada waktu yang bersamaan, tangki tetes bocor.

Source link