Longsor Tutup Jalur Gebagan Menuju Pucangan – Bali Express

Perbekel Kayubihi I Ketut Widiana ketika dihubungi mengatakian, kejadian tanah longsor itu diperkirakan berlangsung sekitar jam 13.00. Katanya sebelum longsor menerjang, wilayah Kayubihi, Bangli dan daerah sekitarnya memang diguyur hujan lebat. Tidak hanya itu, angin kencang juga berhembus di wilayah tersebut.

“Tadi begitu longsor saya langsung dihubungi kepala dusun setempat, yang menyampaikan kejadian ini. Makanya saya langsung kesini untuk mengecek,” ucapnya.

“Tadi juga sudah saya laporkan langsung ke Dinas PU, dan BPBD Bangli untuk dibantu alat berat. Sehingga upaya untuk mengangkat dan membersihkan material longsor bisa segera dilakukan. Sehingga akses jalan dua dusun ini bisa segera dilalui,” sambungnya.

Dikatakan olehnya dengan kondisi jalan yang dipenuhi material longsor, maka warga bagi dua dusun tersebut untuk sementara terpaksa harus memutar mencari jalur jalan alternative lainnya. Salah satunya dengan melalui jalur Palak Tiying dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

“Untuk saat ini pembersihan sudah terus dilakukan, termasuk menggunakan alat berat. Tapi sekarang sudah bisa dilewati, meski tadi sempat tertutup total selama tiga jam lebih,” imbuhnya.

Lebih lanjut diterangkan olehnya, material longsor yang menutup badan jalan itu sebenarnya bukan hanya berupa tanah. Namun longsor pada tebing setinggi 6 meter itu juga turut menggerus rumpun bambu yang tumbuh diatasnya.

“Proses pembersihan material longsor memang tidak mudah. Karena selain dipenuhi tanah, juga ada rumpun bambu yang ikut tergerus dan menutup badan jalan. Makanya pembersihan juga dilakukan pada bambu-bambu dan rumpunnya itu,” pungkasnya. 

(bx/wid/ima/yes/JPR)

Source link