Situasi  ini membuat Tim LPD dari Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali turun ke LPD Bangkang. Kedatangan Tim LPD Kabupaten dan Provinsi bertujuan untuk membentuk tim penyelamat. “Tim dari LPD Kabupaten dan Provinsi sudah datang ke sini (Baktiseraga, Red) pada Rabu (4/1) siang. Tim LPD dari provinsi jumlahnya tiga orang, dan kabupaten lima orang. Kalau namanya, saya lupa,” kata Kelian Desa Pakraman Bangkang, Gede Gelgel saat dikonfirmasi Jumat (5/1) sore.

Selanjutnya, Kelian Gelgel secara singkat menjelaskan maksud serta tujuan kedatangan Tim LPD tersebut untuk menyelamatkan LPD Bangkang dari ancaman kolaps.”Inti tujuan kedatangan mereka (Tim LPD) untuk membentuk Tim Penyelamat,” singkatnya.

Klian Gelgel pun kian irit bicara ketika koran ini bertanya terkait tujuan dibentuknya Tim Penyelamat LPD Bangkang.”Sebenarnya pihak Pemerintah tidak menginginkan LPD Bangkang ditutup. Intinya itu,” singkatnya.

Sementara itu Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada saat ditemui di kediamannya tak menampik dalam waktu dekat desa adat akan segera membentuk tim penyelamat LPD. Gusti Armada menyebut pembentukan tim penyelamat bertujuan untuk menginventarisasi ulang seluruh aset kekayaan LPD Bangkang.

Namun, Mekel Gusti Armada mengaku khawatir jika kasus yang tengah membelit LPD Bangkang ini menurunkan kepercayaan masyarakat.”Ini harus segera diselamatkan. Karena menyangkut kepercayaan. Jika tidak segera dibentuk tim penyelamat, bukan tidak mungkin LPD akan bangkrut. Kasihan kan nasib para nasabah,” bebernya.

Saat dikorek keterangan lebih lanjut, Perbekel Armada mengaku sudah menerima undangan rencana pembentukan tim LPD. Meskipun dirinya tidak sempat bertemu langsung dengan tim dari LPD Kabupaten dan Provinsi.

“Kalau surat undangan pembentukan tim penyelamat LPD sudah kami terima. Astungkara, secepatnya dalam waktu dekat ini akan digelar paruman, biar segera clear” terangnya.

Sebagai Kepala Desa, Armada pun berjanji akan berupaya menuntaskan persolan tersebut. namun, bila menemukan jalan buntu untuk mengembalikan uang nasabah, barulah akan ditempuh melalui jalur hukum.

“Sebelum kasus ini benar-benar bergulir di kepolisian, sekali lagi kami minta kepada saudara kita, I Gusti Bagus Ngurah Wibawa agar secepatnya pulang. Kami tidak akan tinggal diam, dan pasti akan mencarikan solusi terbaik terhadap masalah di LPD,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa (2/1) sejumlah nasabah LPD Bangkang,   melapor ke Polres Buleleng. Mereka melaporkan dugaan penggelapan dana nasabah LPD yang dilakukan oleh Ketua LPD Desa Pakraman Bangkiang. Konon, total dana nasabah yang dibawa kabur Ketua LPD mencapai Rp 807 juta. Para nasabah ini diterima Kepala Unit (Kanit) III Reskrim Polres Buleleng Iptu I.B Permana. 

(bx/dik/ima/yes/JPR)

Source link