LWP NU Dampingi Legalitas Wakaf Tanah – Radar Surabaya

“Saya legalkan dan memilih memakafkan ke MWC NU Dukun.  Saat ini sudah dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan,” kata Musyafa’, salah satu waqif (sebutan orang yang mewakafkan tanahnya.

Tidak hanya Musyafa’, ada 18 waqif yang hadir dalam ikrar wakaf di KUA.  Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Dukun, Miftakh mengatakan, legalitas itu digunakan supaya lahan yang diwakaflan supaya tidak terjadi kasus gugatan tanah seperti terjadi di beberapa daerah .

“Dulu menyerahkan aset tanahnya agar digunakan untuk kemaslahatan agama namun akhirnya digugat sana sini karena lemahnya legalitas. Apalagi, harga tanah juga makin tinggi,” jelas Miftakh di sela sela ikrar wakaf warna NU di kantor KUA Dukun, 

Ketua Nadzir MWCNU Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik, KH Ahmad Toyyib Mas’udi menambahkan, legalitas itu didampingi karena banyak aset wakaf masjid warga NU yang awalnya menggunakan ibadah ala ahlussunnah wal Jamaah seiring berjalannya waktu diubah dengan kegiatan lainnya.

“Untuk itu, kami MWCU NU akan terus mengawal. Tahun ini ada 30 wakaf,  dan 11 bidang yang sudah ikrar. Insyaallah 19 lagi akan diselesaikan PPAIW,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nadhatul (LWP NU) Ulama Cabang Gresik, Ahmad Nurul Huda manargetkan, sampai akhir 2017 menyelesaikan dan menertibkan 750 aset  wakaf tanah milik PCNU Gresik di Gresik. 

Disebutkan, sesuai PP 42 Tahun 2006 tentang pelaksanaan UU No 41 tentang wakaf, maka LWP berkomitmen akan segera menyelesaikan dan menertibkan wakaf tanah yang dimiliknya.
“Sampai akhir tahun ini targetnya 750 bidang tanah atau diprediksi nilainya sekitar Rp 1,5 triliun,” kata Huda. Rinciannya, 500 bidang tanah di wilayah Gresik, sisanya 250 bidang tanah berada di kawasan Bawean. 
Sampai tahun 2017 ini, realisasi masih tercapai 350 bidang sertifikasi. Menurut Huda, kesulitan penertipan wakaf tersebut karena banyak pihak ketiga yang belum paham soal kewajiban sertifikasi wakaf. 
“Sertifikasi wakaf kan harus melihat riwayatnya, kadang mereka memberi rekom kadang kesulitan dan ketakutan, akhirnya lama. Padahal, sudah jelas itu wakaf milik NU,” kata dia. 
Ditargetkan tahun depan penertipan lahan wakaf bisa mencapai 1.000 bidang sertifikat. 
Selain itu, lanjut Huda, pihaknya akan lebih menjadikan lahan NU  produktif. “Bank Indonesia dan pemerintah terus mendorong semua lahan wakaf lebih produktif, seperti untuk kawasan bisnis untuk kemajuan pengelola sendiri,” kata dia. (han/ris)

(sb/ris/ris/JPR)