Madura Awards 2017 Persaingan Tahap Kedua – Radar Madura

Selain tiga kecamatan tersebut, ada sembilan kecamatan lain yang direkomendasi pemkab terkait. Belasan kecamatan tersebut akan bersaing untuk menjadi yang terbaik. ”Ini menarik, tiga kecamatan yang sebelumnya menjadi juara akan kembali bertemu,” kata salah satu juri, Mohammad Harun.

Dosen Universitas Wiraraja (Unija), Sumenep, yang sudah tiga tahun menjadi juri MA tersebut menjelaskan, poin utama penilaian adalah pelayanan. Hal itu bisa dilihat dari kelengkapan fasilitas. Misalnya, ruang khusus pelayanan dan fasilitas penunjang lainnya. Persepsi warga juga menjadi pertimbangan.

Seperti kategori lain, ada dua metode penilaian. Yakni, faktual dan presentasi. Untuk presentasi, akan dipilih satu terbaik pada masing-masing kabupaten. Kemudian, diadu di tingkat Madura. ”Sebelumnya, kami lakukan penilaian faktual untuk Sumenep insya Allah, Senin (11/12),” terangnya.

Kabupaten Sumenep berpeluang meraih penghargaan kelima. Perwakilan kabupaten ujung timur Madura itu sudah empat kali menjadi juara. Empat kecamatan tersebut yang pernah mendapat anugerah tertinggi adalah Kecamatan Kota Sumenep, Batang-Batang, Pasongsongan, dan Dungkek.

Kabupaten yang dipimpin A. Busyro Karim tersebut memiliki kelebihan. Sebab, semua kecamatan sudah menerapkan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten). ”Paten menjadi poin plus untuk kecamatan di Sumenep pada MA empat tahun berturut-turut,” katanya.

Tapi, itu bukan jaminan tahun ini akan kembali terpilih. Pasalnya, kabupaten lain juga sudah menerapkannya. Namun, prediksi Sumenep menjadi yang terbaik bukan hal yang mengada-ada. Sebab, Kecamatan Dungkek yang tahun lalu menjadi terbaik pertama kembali menjadi nomine. ”Siapa yang terbaik, kita tunggu hasil penjurian,” tambahnya.

(mr/han/luq/bas/JPR)