Mahasiswa Robek Bendera Myanmar

JOMBANG – Suara lantang menentang kejahatan kemanusiaan di Myanmar terus meluas. Rabu (6/9), giliran mahasiswa Jombang yang melakukan aksi unjuk rasa mengutuk kekejaman militer Myanmar. 

Sejak pukul 10.00 pagi, puluhan mahasiswa lintas organisasi, seperti dari HMI, PMII, GMNI, KAMMI, IMM dan lainnya  yang menamakan dirinya Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Jombang melakukan longmarch dari kampus Undar Jombang menuju bundaran Taman Ringincontong  untuk menyuarakan aspirasinya.

Membawa puluhan spanduk dan yel-yel, puluhan pemuda ini tampak kompak denga tampilan busana khas organisasi masing-masing.
Dalam orasinya di Taman Ringincontong, masing-masing perwakilan mahasiswa menyampaikan kutukannya terhadap aksi keji pembantaian ribuan  muslim Rohingya di Myanmar.

Mereka juga meminta  ASEAN sebagai induk organisasi antar negara regional Asia Tenggara turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah ini. ’’Kami menuntut, jika Myanmar tidak menghentikan aksi pembantaian, maka sudah seharusnya ASEAN mengeluarkan dari keanggotaan,” Sebut Saddan salah satu perwakilan aksi ini.

Unjuk rasa yang dijaga ketat aparat kepolisian ini kemudian dilanjutkan dengan aksi teatrikal tabur bunga dan menginjak-injak bendera Myanmar yang dibawa massa. Sayang upaya untuk kembali menurunkan bendra di Taman Ringin contong gagal, namun massa kemudian melakukan aksi merobek bendera. ’’Ini simbol dari kekecewaaan kami terhadap pemerintahan Myanmar yang terbukti tidak bisa menjalankan toleransi di negaranya.

Ini (pembantaian kaum muslim, Red) jelas-jelas sebuah tragedi kemanusiaan yang harusnya bisa dihentikan oleh pemerintah Myanmar,” lanjutnya .
Aksi kemudian dilanjutkan menuju gedung DPRD, massa yang kembali harus berhadap-hadapan dengan petugas kepolisian di lokasi ini kembali menyuarakan hal yang sama. ’’Tuntutan kami jelas, Selamatkan muslim Rohingya, adili pelaki genosida, usir Dubes Myanmar dari Indonesia, cabut nobel perdamaian milik Aung San Suu Kyi dan coret Myanmar dari keanggotaan ASEAN,” teriak salah satu orator aksi.

Bahkan di lokasi ini, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan tim negosiator Polwan Jombang meski tak sampai berujung pada kericuhan. Untuk meredam aksi mahasiswa, empat perwakilan aksi dipersilahkan menemui anggota DPRD Jombang untuk menyampaikan keluh kesahnya.
Hingga akhirnya, dua orng wakil ketua DPRD Jombang M. Subaidi Muchtar dan Minardi mau menemui demonstran dan ikut membacakn orasi.

Dalam penyampaiannya, dirinya memberikan apresiasi terhadap tuntutan mahasiswa meskipun tak semua tuntutan tersebut diamininya. ’’Kami mengucapkan apresiasi kepada mahasiswa Jombang dan akan membackan petisi ini,. Namun ada beberapa hal yang kami tidak akan bacakan karena diluar kemampua kami sebagai perwakilan rakyat daerah. Terlebih yang menyangkut keputusan-keputusan yang sifatnya internasional,” ucap Subaidi di hadapan peserta aksi.

Setelah Subaidi ikut menandatangani petisi di kain putih sebagai bentuk dukungan, peserta kemudian melakukan doa bersama untuk muslim Rohingya yang tewas akibat pembantaian. Setelah itu, semua demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Source link