Mahasiswa Studi Interior Berkarya Bersama Komunitas Kreatif – Radar Surabaya

Diana Thamrin, selaku Kepala Studio Mata Kuliah Desain Interior & Styling 4 menjelaskan Para mahasiswa terbagi dalam 11 kelompok dengan 9 hingga 10 orang tiap kelompoknya.  “Dengan mengambil konsep pembelajaran service learning maka para mahasiswa diharapkan mampu merancang ruang yang berdampak sosial bagi masyarakat,” ujarnya Selasa, (26/6).

Selain itu juga ada beberapa komunitas kreatif yang diambil sebagai obyek perancangan yaitu Komunitas Love Suroboyo, My Sister’s Fingers, Komunitas Tiada Ruang, Persatuan Layang-layang Surabaya dan masih banyak lainnya.  Ada berbagai obyek pameran yang dipamerkan antara lain 105 maket hasil perancangan interior dengan skala 1:50, 105 poster hasil perancangan interior, 4 buah booth komunitas Cosura, Paguyuban Pataka, Komunitas Cinta Berkain Indonesia dan Surabaya Diecast Club, dengan skala 1:1 dan 11 poster yang menampilkan hasil tugas perancangan booth komunitas. 

Pameran ini merupakan hasil akhir dari mata kuliah wajib Desain Interior & Styling 4 (DIS 4). “Mengapa menggunakan obyek komunitas, Hal ini untuk mendukung komunitas kreatif yang mana berpotensi meningkatkan nilai budaya dan wisata Surabaya”, urai Diana.

Para mahasiswa ini sebelumnya juga mengalami tiga tahap proses pembelajaran dalam mengerjakan tugas ini. Pertama pemetaan masalah komunitas, perancangan ruang edukatif bagi komunitas (tugas individu) dan perancangan sebuah booth secara riil tugas berkelompok. 

Favian Grady salah satu mahasiswa yang juga tergabung dalam komunitas Love Suroboyo mengatakan, Tugas akhir ini berguna untuk menyadarkan dirinya akan nilai sejarah dan tata ruang kota Surabaya. 

“Tidak hanya membuat ruang yang cantik saja akan tetapi membuat karya mendukung upaya komunitas dalam memajukan kota Surabaya dengan menyadarkan potensi kota Pahlawan ini,” ungkap Favian. (gin/rtn)

(sb/gin/jek/JPR)