Makin Banyak Mahasiswa Jadi Pendonor – Radar Jember

Menurut Dwi Risqi Novitasari ketua KSR PMI Unit Unmuh Jember, kegiatan donor darah tersebut merupakan kegiatan rutin tiga bulan sekali. “KSR PMI Unmuh Jember adakah kegiatan donor darah rutin tiga bulan sekali. Pada Januari ini diadakan tanggal 3 dan 4 ,” kata Dwi Risqi Novitasari. 

Dia menjelaskan, kegiatan donor darah tersebut agenda pertama untuk tahun 2018. “Ini donor darah pertama dengan panitia inti dari angkatan baru,” imbuhnya. Dengan banyaknya panitia inti dari angkatan baru menunjukkan bahwa kegiatan tersebut banyak dimintai oleh mahasiswa baru. 

Pada hari pertama, kegiatan donor darah diikuti oleh 64 pendaftar.”Tetapi yang lolos dan bisa ikut donor darah hanya 32 orang. Sedangkan pada hari kedua pendaftar 36 orang dan yang lolos 33 orang. Mayoritas adalah mahasiswa,” ujarnya. Peserta lain dari dosen, staf dan karyawan Unmuh Jember. 

UTD PMI Kabupaten Jember sendiri memang kian aktif turun ke kampus-kampus. UTD PMI mengajak mahasiswa untuk aktif menjadi pendonor darah agar stok darah di Jember lebih banyak. Khususnya, stok darah di masing-masing pendonor panggilan. Artinya, pendonor darah setiap saat siap menjalani donor darah jika dibutuhkan. Dengan cara ini maka stok darah makin baik. Sebab, masa simpan darah hasil donor darah juga terbatas. “Jika dibutuhkan pendonor darah bisa dipanggil setiap saat,” kata Direktur UTD PMI Jember dr Dudung Ari Rusli. 

Dia menjelaskan, UTD PMI Jember terus berupaya keras untuk meningkatkan jumlah pendonor suka rela. “Idealnya jumlah pendonor 2 persen dari jumlah penduduknya,” imbuhnya. Namun, dr Dudung menjelaskan, stok darah saat puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri beberapa tahun terakhir aman. Sebab, jumlah pendonor aktif yang bisa dipanggil terus bertambah. “Jumlah pendonor darah terus bertambah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kebutuhan darah di UTD PMI Cabang Jember juga terus bertambah. Sebab, UTD PMI Cabang Jember tidak hanya melayani kebutuhan rumah sakit di Jember. Tetapi, melayani pula beberapa kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. 

Khususnya kebutuhan trombosit untuk pasien demam berdarah. Sebab, dari beberapa UTD PMI, yang memiliki alat canggih memisahkan trombosit hanya di UTD PMI Jember. “Yang mampu mengolah trombosit hanya UTD PMI Cabang Jember. Kalau ada pasien demam berdarah yang membutuhkan trombosit pasti datang ke UTD PMI Jember,” tandasnya. 

(jr/aro/was/das/JPR)

Source link