Siang itu, saat Jawa Pos Radar Mojokerto berkunjung ke rumahnya di Dusun Bangsri, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, suara nenek 22 cucu ini masih terdengar lantang. Semua indera, termasuk indera pendengar dan penglihatan masih normal. Meski terbilang sebagai calon jamaah haji (CJH) tertua se-Kabupaten Mojokerto tahun ini, Sulekah justru tampak segar. ’’Saya ya kuat kalau jalan, terus ngincik (berjalan cepat, Red). Lainnya yang usianya di bawah saya, malah tidak kuat,’’ ujarnya didampingi anak keempatnya, Eminarti, 53. Kondisi ini membuatnya semakin mantap dan tak sabar segera menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Dia yakin betul jasmani dan rohaninya sangat sehat.

Sulekah menceritakan, tidak ada persiapan khusus memasuki musim keberangkatan haji tahun ini. Namun, ibu tujuh anak ini punya cara unik dalam menjaga kebugaran tubuhnya. Salah satunya meniru kebiasaan orang-orang terdahulu. Membiasakan diri jalan-jalan pagi atau setelah subuh. ’’Tidak jauh, paling tiga-empat kilometer. Mutar-mutar kampung saja,’’ katanya.

Awalnya, kebisaan itu dirasa membosankan, namun lama-kelamaan rutinitasnya menjadi kebiasaan. Tak heran jika di usia yang menginjak kepala delapan ini, Sulekah masih tampak bugar. Setidaknya, semangat dan jiwa mudanya terlihat saat Sulekah mengikuti manasik haji di komplek IPHI, Jabon, Mojoanyar, pekan lalu. ’’Mandi air yang dipanaskan di bawah sinar matahari masih saya lakukan,’’ tegasnya. ’’Ilmu dan kebiasaan ini ya dari orang-orang tua dulu,’’ imbuhnya.

Hal itu dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu. Membasuh muka agar tetap terlihat segar dengan campuran daun siri juga tidak pernah ditinggalkan. Terapi ini diyakini bisa membuat wajah dan indera penglihatan tetap sehat dan berfungsi normal. ’’Ilmu dari mbah-mbah saya dulu begitu, dan sekarang saya masih yakin,’’ tegasnya. Buktinya, hingga sekarang dia masih bisa membaca dan melihat dengan jelas. ’’Membaca masih bisa, tapi kelemahaannya saat masukkan benang jahit ke jarum saja kadang minta bantuan orang,’’ tandasnya tersenyum. 

(mj/ori/ris/JPR)

Source link