JOMBANG – Kejaksaan Negeri (kejari) Jombang menerima pelimpahan proses tahap dua tersangka Lukman Hakim Mustain, warga  Jalan Presiden Abdurrahman Wahid, Jombang, Kamis (24/8). Mantan rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang terjerat kasus dugaan penyelenggaran pendidikan tanpa ijin. ”Pelimpahan kasus dari kejati, tersangka (Lukman hakim Mustain, Red) kita lakukan penahanan di lapas kelas II B Jombang,” beber  Kasi Pidana Umum (kasipidum) Kejari Jombang Normadi Elfajr, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Lebih lanjut Normadi mengatakan, perkara yang kini ditanganinya tersebut bermula penyelidikan Ditkrimsus Polda Jatim terkait laporan adanya penyelenggaran wisuda mahasiswa Undar Agustus 2010 lalu. Kegiatan ini sontak memantik respon keras civitas akademika Undar. Pasalnya, kegiatan tersebut disebut mencaplok nama intitusi Undar padahal Lukman Hakim Mustain diketahui bukan termasuk jajaran staf ataupun karyawan di lembaga Undar.

Persoalan semakin memanas, setelah diketahui para wisudawan disinyalir kuat tidak pernah mengikuti proses perkuliahan di Undar. Sayang sejumlah teguran yang disampaikan terkait penyelenggaraan wisuda yang mencaplok nama  Undar tidak pernah digubris. Termasuk layangan somasi 2011, agar Lukman Hakim Mustain menghentikan kegiatan perkuliahan dan wisuda dengan mencaplok nama Undar tetap tak direspon. ”Kasusnya akhirnya dilaporkan ke Polda,” bebernya.

Setelah melakukan serangkaian proses penyidikan, polisi akhirnya menjerat pelaku melanggar pasal 71 atau 67 (1)  UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebab, yayasan Universitas  Darul Ulum Trisula belum mengantongi ijin penyelenggaran pendidikan dari pemerintah. ”Penyelenggaran pendidikan tanpa ijin, ancamannya pidana maksimal 10 tahun penjara, denda paling banyak Rp 1 miliar,” tandasnya.

Selain menerima pelimpahan berkas tersangka, penyidik juga menerima sejumlah barang bukti di antaranya, buku memori wisuda, brosur penerimaan mahasiswa baru, undangan wisuda berikut barang bukti lain terkait kasus. ”Barang buktinya banyak sekali,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, setelah menjalani pemeriksaan terakhir penyidik, tersangka selanjutnya digiring memasuki mobil petugas menuju lapas kelas II B Jombang. Nampak sejumlah kerabat tersangka ikut mendampingi proses pelimpahan tahap dua ini.

Disinggung terkait alasan melakukan penahanan. ”Pertimbangan pasal yang dikenakan terhadap tersangka, pelaku tidak menghilangkan alat bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatan,” tandas Normadi. Adapun terkait pelimpahan kasus ke pihaknya, salah satunya lokus kasusnya di Jombang. Penyidik memiliki waktu 20 hari sebelum nantinya akan segera melimpahkan kasusnya ke pengadilan.

Source link