Pelatih Persibo I Putu Gede Swi Santosa mengatakan, hingga kini dirinya masih belum tahu terkait masa depan tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini. Menurut dia, peraturan di PSSI terkesan sangat mengambang.

Sehingga, klub-klub kalah di babak 8 besar tahun depan main dimana juga masih tidak tahu.  ’’Semua serba mengambang, tidak ada keputusan dan aturan yang pasti,” kata dia. 

Nah, karena tidak ada peraturan pasti itulah, celah berbuat curang sangat terbuka lebar. Bagi klub yang didukung finansial kuat, tentu tidak masalah.

Yang jadi masalah tentu bagi klub-klub dengan finansial kurang  memadai. Dampaknya, sebagus dan sekualitas apa pun pemain dan permainan klub tersebut, tidak berdampak apa-apa. 

Putu menambahkan, terlepas dari kekalahan didapat di fase 8 besar, Persibo harus tetap eksis.

Sebab, menurut dia, Persibo tim besar dan memiliki sejarah panjang. Bukan tim dadakan. Sehingga, meski pemain dan pelatih berganti, Persibo harus tetap ada. 

’’Ya, meski pemain dan pelatih berganti, Persibo harus tetap ada,” ungkapnya. 

Sementara itu, CEO Persibo Bojonegoro Abdullah Umar menegaskan, entah apa yang akan terjadi di depan, dia dan manajemen akan tetap memperjuangkan Persibo.

Meski, hingga saat ini, perjuangan apa yang dilakukan juga belum tahu. Sebab, memang belum ada kepastian tahun depan harus berlaga di liga apa.

’’Kita terus berkomitmen untuk tetap menjadikan Persibo kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” kata dia. 

Umar mengatakan, meski belum ada aturan jelas, dia yakin tahun depan Persibo tetap bakal berlaga di Liga 3.

Sebab, sejauh ini Persibo bermain kooperatif dan tidak pernah memiliki masalah. Terlebih lagi, Persibo juga bisa lolos hingga 8 besar.

Tentu itu menjadi bukti bahwa Persibo bakal tetap masuk di kompetisi yang sesuai.  ’’Tetap Liga 3,” katanya singkat. 

(bj/zky/nas/bet/JPR)

Source link