JOMBANG – Beberapa orang yang tergabung di Brigade Evakuasi Popok kemarin menemukan banyak sampah popok yang menumpuk di sungai-sungai dalam kota Jombang.

Lima orang berseragam lengkap juga masker, langsung turun terjun ke sungai mengambil puluhan kantong plastik yang berisi popok bayi dan popok dewasa bekas pakai.

’’Khususnya sungai-sungai yang bermuara di sungai Brantas, mengingat kondisinya kini juga makin parah,” jelas Azis, Koordinator Brigade Evakuasi Popok.

Ia mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Dari penelitiannya seminggu terakhir di Jombang, ada dua belas titik lokasi jembatan yang rentan menjadi tempat pembuangan popok di sepanjang Mojoagung hingga ujung Megaluh.

Aziz juga menyebut, jumlah sampah popok sudah mencapai level yang mengkhawatirkan.

’’Hasil dari penelitian kami kemarin sekitar 60 persen sampah padat yang ada di sebelah jembatan di Jombang adalah sampah popok, selain itu ada sampah plastik dan lainnya. Jumlah ini jauh lebih besar daripada kota-kota lain di Jawa timur, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik cuma 42 persen,” ucapnya.

Kondisi ini menurutnya sangat berbahaya, karena bahan pemutih, perekat serta gel pada popok ini bisa mengakibatkan kelainan hormonal pada ikan yang memakan ketika di buang ke sungai.

“Dampaknya kepada ikan akan mengganggu perkembangan hormon ikan. Survei di Kali Mas wilayah hilir Brantas, 30 persen ikan di sana terkontaminasi sampah popok ini dan menjadi intersex alias ikan bencong. Dan ini juga akan sangat berbahaya jika ikan tersebut dimakan manusia,” imbuhnya.

(jo/riz/bin/JPR)

Source link