RADARSEMARANG.ID – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pastikan perayaan Imlek di Kota Semarang berlangsung meriah dan kondusif. Menurutnya, perayaan tahun baru Imlek merupakan agenda penting di Semarang. Sebab, budaya Tionghoa telah lama menjadi bagian penting dari budaya Indonesia, khususnya Kota Semarang.

”Masyarakat Tionghoa masuk ke Semarang kurang lebih 600 tahun yang lalu dari daerah pesisir di Mangkang. Maka dari itu ada sebuah nama kecamatan di dekat sana yang namanya Kecamatan Ngaliyan, sebuah nama dari bahasa Jawa yang artinya Pindahan,” terang Hendi, sapaan akrab wali kota, saat berkunjung di Klenteng Tay Kak Sie, Rabu (7/2). Dalam kunjungannya tersebut, wali kota ingin memastikan bahwa persiapan perayaan Imlek di Kota Semarang dapat berlangsung meriah dan kondusif.

Hendi menambahkan, representasi budaya Tionghoa juga dapat dilihat di salah satu ikon Kota Semarang, yakni Warak. ”Bentuk kepala naga pada warak yang menunjukkan keterwakilan budaya Tionghoa dalam budaya Semarang,” jelas Hendi saat berkunjung ke sejumlah klenteng di Kota Semarang, satu di antaranya adalah Klenteng Tay Kak Sie, Rabu (7/2) kemarin.

Hendi menambahkan, perayaan tahun baru Imlek di Kota Semarang akan terkonsetrasi di dua tempat yakni di kawasan Wotgandul Timur dan Sam Poo Kong. Di Jalan Wotgandul Timur, pada 12 sampai 14 Februari, akan diselenggarakan kegiatan Pasar Imlek Semawis. ”Dengan rangkaian acara berupa festival lunpia, pengobatan gratis, dan tradisi jamuan makan Tuk Panjang”, jelas Hendi.  Ia mengatakan, selama kegiatan Pasar Imlek Semawis berlangsung, sebagian ruas jalan akan ditutup. Untuk itu, pemerintah kota akan berkonsentrasi melakukan pengaturan lalu lintas agar kegiatan dapat berlangsung lancar dan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

(sm/cr4/zal/JPR)