JOMBANG – Bulan haji bulan rejeki bagi pedagang kerudung. Seperti yang dirasakan sebagian produsen kerudung di Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang yang laris manis sejak bulan puasa lalu.

Para calon jamaah haji sebelum berangkat sudah menyiapkan oleh-oleh yang didominasi kerudung.

“Kalau menjelang berangkat begini justru sepi, ramainya pas puasa itu, bareng ramai lebaran, jadi sampai ribuan kerudung,” ungkap Chusnah, salah satu produsen kerudung.

Kerudung instan najwa yang sempat digandrungi remaja putri misalnya, sampai saat ini paling banyak diburu. Apalagi kerudung najwa dibandrol dengan harga cukup murah, hanya Rp 14 ribu per biji.

“Itu sudah harga grosir, jadi mau beli sedikit atau banyak harganya ya segitu,” lanjutnya. Jika di Gadingmangu kerudung najwa masih menjadi oleh-oleh haji lumayan bagus dengan harga yang cukup murah.

Tidak hanya najwa, beberapa kerudung lain juga banyak dipesan. Rata-rata, kerudung yang dipesan dengan ketentuan harga di bawah Rp 20 ribu per biji.

Masing-masing calon jamaah haji, menurutnya rata-rata pesan untuk oleh-oleh haji minimal 200 biji. Ada juga beberapa jamaah yang memesan lebih banyak hingga 500 kerudung, untuk dibagikan kepada tetangga dan kerabat yang akan berkunjung sepulang haji nanti. Untuk memenuhi pesanan, ia mempekerjakan 3 penjahit.

Berbeda dengan Chusnah yang rejekinya mengalir dari musim haji, Angsorudin lebih ramai pesanan bukan dari oleh-oleh haji. Ia mendapatkan banyak pesanan dari pemasaran online keluar kota hingga luar pulau.

Sehingga untuk harga grosir ia mematok harga yang sedikit lebih mahal karena kualitas barang yang lebih bagus.

“Kalau disini model najwa atau model yang umum dipakai orang sini juga ada, tapi harganya agak mahalan sedikit, tidak berani pasang harga yang lebih murah, jadi kalau untuk oleh-oleh haji masih jarang,” ungkapnya.

(jo/bin/bin/JPR)

Source link