Mau Tukar Uang? BI Siapkan Rp 15,1 Triliun Uang Baru – Radar Surabaya

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Yudi Harymukti mengatakan, jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 13,1 triliun dan mengalami peningkatan sekitar 15,3 persen. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan minat masyarakat untuk menukarkan uang baru pada tahun ini tergolong sangat tinggi. 

Selain itu, mengingat hari libur lebaran yang semakin bertambah, sehingga kebutuhan uang baru pun juga meningkat. “Peningkatan itu hal yang wajar, karena selalu terjadi di setiap menjelang lebaran. Selain untuk kebutuhan saat lebaran, libur lebaran tahun ini juga lebih panjang, sekitar 12 hari. Menurut saya itu juga memberikan pengaruh kenapa minat uang baru ini semakin meningkat,” terangnya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Rabu (23/5). 

Yudi menjelaskan, terkait mekanisme penukaran uang baru ini, Bank Indonesia memberlakukan pembatasan dengan menerapkan sistem paket senilai Rp 3,7 juta per orang. Jumlah tersebut, terdiri dari pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000. Selain itu, untuk dapat melakukan penukaran, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat atau penukar menyertakan KTP atau identitas diri lainnya. Menurutnya, identitas tersebut difungsikan sebagai pencatatan, agar masyarakat tidak melakukan penukaran lebih dari sekali. 

“Penukarannya maksimal Rp 3,7 juta per orang. Jadi setiap orang hanya boleh tukar sekali saja, dengan jumlah maksimal tersebut. Meskipun nukarnya berbeda-beda tempat, dan lebih dari satu kali, tetap tidak bisa. Karena kami sudah mencatatnya. Hal ini perlu dilakukan supaya dapat memberi kesempatan masyarakat lebih banyak,” jelasnya.  (cin/rud)

(sb/cin/jek/JPR)