Mekanisme UAS di Pengungsian, Buleleng Tunggu Sikap Karangasem – Radar Bali

Apalagi masih ada ratusan siswa asal Karangasem yang menempuh pendidikan di Buleleng dengan sistem titipan.

Kepastian mekanisme ulangan semester itu sangat mendesak. Alasannya ulangan akhir semester sudah berlangsung pada Senin (20/11) mendatang.

Apabila tidak ada pengaturan, dikhawatirkan siswa-siswa asal Karangasem tidak memiliki nilai yang bisa dicatat dalam buku rapor mereka.

Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pihaknya masih menunggu sikap dari Disdikpora Karangasem.

Dari hasil koordinasi terakhir, akan dilakukan penghitungan kembali jumlah siswa asal Karangasem pada Senin (13/11). Pendataan baru bisa dilakukan saat itu, karena proses belajar mengajar diliburkan selama dua pekan terakhir.

“Nanti kelihatan secara riil berapa siswa asal Karangasem yang masih sekolah di Buleleng. Dua minggu ini kan ada dinamika pengurangan pengungsi,” kata Suyasa.

Bagi siswa-siswa asal Karangasem yang sudah pulang kampung, mereka akan melakukan ulangan di sekolah asalnya.

Sementara bagi siswa-siswa pengungsi yang masih bertahan di Buleleng, harus dipastikan nasibnya ketika mengikuti ulangan semester.

“Siswa yang tetap bertahan di Buleleng, ya wajib kami tampung. Mereka tetap belajar di Buleleng. Kalau sudah waktunya ulangan semester, mereka ya ikut ulangan,” imbuhnya.

Khusus untuk biaya ulangan, seperti pengadaan kertas jawaban dan lembar soal, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Disdikpora Karangasem.

Konon, biaya yang timbul akibat ulangan semester bagi siswa asal Karangasem, akan ditanggung oleh Disdikpora Karangasem.

“Nanti biaya akan diberikan oleh sekolah asal mereka. Jadi dhitung biaya personal masing-masing siswa. Kami tinggal menghitung, berapa jumlahnya siswanya,

nanti kami sampaikan pada Disdikpora Karangasem. Kepastiannya kita lihat hari Senin (13/11). Berapa siswa yang sekolah, itu yang dapat kepastian (ikut ulangan),” tandas Suyasa.

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link