Rumah berwarna merah muda di Blindungan itu jadi tempat latihan grup musik tradisional dari kentongan. Diantara bambu yang sulap jadi alat musik kentongan tersebut terdapat stiker Bondowoso Republik Kopi (BRK). “Habis dari main di TMII, sekaligus promosi potensi kopi di Bondowoso, BRK,” ujar Aris Taufik, ketua grup musik Garuda Sakti Tong-tong ini.

Diantara alat musik dari bambu itu, ada sesuatu alat musik dari bambu yang menarik. Bambu itu dibentuk jadi bebek, bangau, hingga lumba-lumba. Akar bambu yang dimaksimalkan sebagai alat musik dengan bentuk hewan adalah karya dari Abdul Waris.

Awalnya dia memaksimalkan akar bambu jadi kentongan adalah untuk keawetan saja. “Ketongan dari batang bambu ini cepat rusak, kalau pakai akar lebih awet gak gampang rusak, atau pecah,” imbuhnya.

Dengan bentuk yang melengkung, serta terdapat serabut ranting bambu membuat Abdul Haris ingat kerajinan tangan dari bambu yang dijual di pameran-pameran. “Ingat kerajinan akar bambu yang dijadikan bebek,” imbuhnya.

Berkat sentuhan dia, dan rekan-rekannya akhirnya perpaduan kerajinan tangan, dan alat musik menjadi hal yang memukau. Bahkan, kata Haris, saat tampil di lomba pun juri akan menilai lebih. “Hanya membawa alat musik yang unik seperti ini, itu sudah dapat nilai dari juri. Belum lagi nilai saat bermain,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman Haris tersebut, dia ingin menelorkan pengalaman musik tradisional agar tak melupakan tampilalan. Tidak hanya tampilan kostum, performa, tapi sekaligus alat musik dibuat berbeda, dan unik. Sehingga, musik tradisional dari Bondowoso bisa dikenal lebih luas.

Kentongan berbentuk bebek, bangau, hingga lumba-lumba ini pun diminati turis mancanegara. “Kami belum main sama turis dari Jepang, sudah ditawar ketongan bebek dengan harga Rp 1 juta. Kalau sudah main kami kasihkan, berhubung belum main ya gak dijual,” ungkapnya.

Dengan pengalaman seperti itu, kata dia, membuat Haris yakin bahwa kerajinan Bondowoso yang unik, dan memiliki karakter layak jual. Apalagi, kata dia, potensi alam yang melimpa tak membuat perajin Bondowoso ini kesusahan mencari bahan baku. 

(jr/dwi/wah/das/JPR)

Source link