Misalnya jalan hutan di wilayah Randublatung, terlihat sangat sempit karena terdapat pohon besar tepat dipinggir jalan. ’’Kalau jaraknya 10 meter dari bahu jalan tidak ada pohonnya, maka bisa mempermudah ketika dilakukan pelebaran, ’’ tuturnya.

ADM Perhutani KPH Randublatung Joko Sunarto mengatakan, permintaan itu sudah dikoordinasikan dan tidak pernah keberatan. Tapi, ketika mengacu aturan, lebih baik dilakukan kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Karena sistem kerja sama itu prosesnya mudah hanya cukup waktu tiga bulan.

Tapi, kata dia, jika dihibahkan memerlukan proses yang cukup panjang hingga satu tahun. Meski demikian, sebenarnya kerja sama antara Pemkab Blora dengan Perhutani terkait pembebasan pohon di dekat bahu jalan itu sudah dilakukan di Kementerian Kehutanan. ’’Saat ini masih belum ada tanggapan,’’ tuturnya.

Sementara itu, ADM Perhutani KPH Blora Lukman Supriyatna menyambut baik permintaan wakil rakyat tersebut. Sebab, kondisi alam sekarang tidak menentu, sehingga pohon yang berada di tepi jalan sebaiknya diterbang. ’’Tapi, tanah Perhutani 10 meter yang akan dihibahkan itu programnya harus jelas dulu,’’ ujarnya.

(bj/fud/haf/faa/JPR)

Source link