Mendatangi Puskeswan di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan – Radar Madura

Keadaan itu mengindikasikan, kantor puskeswan kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin sangat menyayangkan selama bertahun-tahun kantor puskeswan belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, bangunan tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan pemeriksaan hewan ternak.

”Seharusnya, pemeriksaan hewan bisa dilakukan di situ (puskeswan, Red). Dinas terkait harus maksimal mengelola agar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama peternak,” tegur Syamsuddin.

Politikus Hanura itu menuturkan, banyak peternak yang datang ke kantor puskewan. Mereka ingin berkonsultasi mengenai hewan ternak. Namun, peternak kembali karena tidak ada petugas atau mantri hewan yang standby di puskeswan. Pelayanan yang seharusnya dilakukan di puskeswan tidak terlaksana.

”Kami banyak menerima keluhan dari warga pemilik ternak. Mereka pulang dengan kecewa karena kantor puskeswan jarang ada petugas,” sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian Sampang Hary Soeyanto yang diwakili Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Halifatul Ummah mengatakan, kantor puskeswan dikelola dengan baik. ”Petugas atau dokter hewan sering terjun ke lapangan,” klaimnya.

”Itu untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan hewan ternak. Di papan pengumuman sudah tertera nomor telepon petugas. Jadi kalau petugas tidak ada di kantor, warga  bisa menghubungi nomor itu,” sambungnya.

Dia mengakui pelayanan kesehatan hewan ternak kurang maksimal. Sebab, hanya ada enam dokter hewan yang bertugas. Sementara warga yang harus dilayani banyak sehingga dokter kewalahan. ”Setiap hari pasti ada petugas yang berjaga di masing-masing puskeswan untuk memberikan pelayanan,” ucapnya.

Enam dokter hewan, jelas dia, menangani delapan kecamatan di Sampang. Yakni, Kecamatan/Kota Sampang, Jrengik, Tambelangan, Sreseh, dan Torjun. Juga di Kecamatan Camplong, Pangarengan, dan Kedungdung.

Idealnya, imbuh Halifatul Ummah, satu dokter hewan maksimal menangani 2.000 hewan ternak. Akan tapi, karena jumlah dokter hewan terbatas, terpaksa melayani lebih dari jumlah ideal itu.

Dia menyebutkan, populasi hewan ternak di Sampang, terutama sapi, meningkat. Saat ini hampir mencapai 200 ribu ekor. ”Sering kali pelayanan kurang maksimal. Karena itu, kami butuh tambahan dokter hewan agar pelayanan di puskeswan lebih maksimal,” pungkasnya

(mr/nal/hud/bas/JPR)