Berbagai persiapan pun dilakukan setiap sekolah. Termasuk melakukan evaluasi pada pelaksanaan UNBK tingkat SMK yang lalu. Beberapa kendala yang muncul, lampu padam dan server yang ngadat, menjadi bahan antisipasi oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim wilayah Kediri.

Kasi Pendidikan SMA dan SMK Sidik Purnomo menerangkan bahwa untuk persiapan UNBK SMA sudah memasuki tahap akhir. Mulai kemarin siang, sekitar pukul 10.00, pihaknya melakukan sinkronisasi server utama seluruh sekolahan. Sinkronisasi itu bakal berlangsung hingga hari ini. Setelah itu berlanjut dengan sinkronisasi server cadangan.

“Ka,o lakukan tiga hari sinkronisasi hingga akhirnya mulai Senin hanya unduh token untuk membuka soal ujiannya,” terang Sidik.

Hingga tadi malam, Sidik mengatakan belum mendapat laporan terjadinya kendala dalam proses sinkronisasi. Semua sekolah bisa mengunduh soal dengan sinkronisasi di server masing-masing.

“Belum ada laporan. Sejauh ini masih lancar untuk sinkronisasi ini Mas,” ujar Sidik saat dikonfirmasi tadi malam.

Walaupun begitu pihaknya tetap mewaspadai beberapa kendala yang mungkin terjadi. Seperti yang terjadi ketika UNBK SMK beberapa waktu lalu. Kendala itulah yang menjadi evaluasi dan akan diterapkan saat UNBK SMA.

Khusus terkait kendala pasokan listrik dari PLN, Sidik mengimbau sekolah agar mempersiapkan genset. Sebab, cuaca tidak bersahabat dalam beberapa hari terakhir. Dan itu risiko memunculkan problem pada pasokan listrik PLN. “Akhir-akhir ini hujan lebat dan angin mengancam listrik,” ingatnya.

Memang, tambah Sidik, pihaknya sudah meneken MoU dengan pihak PLN. Bahwa saat UNBK tak ada pemadaman ataupun perbaikan jaringan listrik. Namun, bila terkait dengan cuaca, hal tersebut sudah di luar jangkauan teknis. Karena itu listrik yang padam karena faktor cuaca masih menjadi ancaman. “Tetap kita antisipasi agar nantinya tidak terkendala listrik padam,” ungkap Sidik.

Selain antisipasi listrik dengan genset, soal server juga menjadi perhatian. Agar tidak terulang lagi kejadian server ngadat seperti di SMK Bhakti Wiyata tempo hari. Saat itu, karena problem server, ujian molor hingga 2 jam karena menunggu teknisi memperbaiki server.

Sidik menekankan agar tetap mengoptimalkan server cadangan. “Kita tidak boleh sepelekan server cadangan. Harus sama dengan spesifikasi yang telah ditentukan,” terangnya.

Dia berharap server cadangan berfungsi dengan baik. Jika ada server utama yang ngadat dan tidak bisa digunakan, sekolah tinggal memindahkan peserta ujian untuk melakukan ujian di server cadangan. Sehingga tidak perlu ada jeda atau waktu menunggu perbaikan. “Itu yang kita harapkan agar tidak terulang lagi server bermasalah,” tegas Sidik. 

(rk/fiz/die/JPR)

Source link