Menghilang Bawa Pisau, ODGJ Ditemukan Lemas di Kebun – Bali Express

Suparta juga mengalami luka di perutnya, sehingga harus dilarikan ke BRSU Tabanan. Seorang warga setempat menuturkan, Suparta menghilang sejak Rabu (18/1) malam saat tengah tidur bersama istrinya, Ni Made Serinami. Ketika terbangun Kamis (19/1) pukul 04.00 istrinya terkejut, karena suaminya tidak ada di sampingnya. Wanita itu semakin panik saat mengetahui suaminya pergi membawa pisau.

“Setelah itu istrinya langsung memberitahu warga bahwa suaminya menghilang,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, warga Banjar Gempinis Kauh selanjutnya mencari Suparta. Bahkan sampai menggunakan Gong Baleganjur. Namun hingga malam hari pria itu itu tidak juga ditemukan. Pencarian pun dilanjutkan Sabtu (20/1) dengan melibatkan dua banjar yaitu Banjar Gempinis Kauh dan Gempinis Kangin.

“Tetapi Suparta juga tidak ditemukan, padahal sudah dicari ke pelosok banjar, ke sawah, ke sungai dan kebun-kebun,” lanjutnya.

Sampai akhirnya, Suparta ditemukan berada di dalam sebuah gubug yang jaraknya sekitar 2,5 kilometer dari rumahnya dalam keadaan lemas. Dan mengalami luka pada perut atas. Orang yang pertana kali menemukan ODGJ itu yakni I Wayan Wardika saat hendak mencari janur ke kebun.

Saksi selanjutnya memberitahu warga, dan Suparta pun dievakuasi warga dengan bantuan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat untuk dibawa ke BRSU Tabanan.

Ditemui di BRSU Tabanan, istri Suparta, Ni Made Serinami mengaku, selama lima hari ini ia terus resah atas kepergian suaminya yang sejak bujang memang sudah mengalami gangguan jiwa. “Dia  sudah 4 kali bolak balik ke RSJ Bangli,” ungkapnya.
Kendatipun demikian, belakangan ini kondisi Suparta bisa dikatakan cukup baik, karena nyambung jika diajak berbicara. Namun apabila penyakitnya kambuh, Suparta akan tiba-tiba berlari dan bahkan tidak berani melihat orang ramai. “Kalau ada orang ramai dia tidak mau ngomong atau sembunyi, kadang juga lari tiba-tiba. Pernah sampai matanya tertusuk pohon kakao, bahkan sampai sekarang katanya masih sakit,” lanjutnya.

Namun selama ini Suparta rutin berobat ke BRSUD Tabanan setiap bulannya. Menurut tetangga Suparta, selama ini tidak tekanan maupun permasalahan dalam keluarga yang membebani Suparta hingga memiliki riwayat gangguan jiwa, hanya saja diduga gangguan jiwa yang dialami berasal dari faktor keturunan. “Karena saudaranya juga ada yang mengalami gangguan jiwa, yang terparah memang Suparta,” imbuh tetangga Suparta, I Made Tarka. 
Kasubid Rawat Jalan dan Rawat Inap, dr. I Made Karna Binawan Nesa mengatakan jika pasien mengalami uka dibagian perut atas. Belum dapat dipastikan apakah itu luka dari pisau atau dari kayu. Karena baru akan dilakukan pembersihan luka di ruang Operasi. “ Kami belum bisa memastikan, apakah itu luka percobaan bunuh diri atau bagaimana, karena masih ditangani dokter bedah dulu,” paparnya. 

(bx/ras/ima/yes/JPR)

Source link