Mengunjungi RKH. Fuad Amin Imron di Lapas Kelas I Sukamiskin – Radar Madura

Setelah melalui semua prosedur besuk yang ketat, JPRM  kemudian duduk di tempat kunjungan Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2).  Senyum terpancar dari wajah RKH Fuad Amin saat mengetahui kunjungan koran ini.

Usai mengucapkan salam, kami saling berjabat tangan kemudian duduk sambil ngobrol santai. ”Berangkat jam berapa ke sini?” tanya Fuad Amin mengawali obrolan santai itu.

Meski berada di lapas, Kiai Fuad punya perhatian terhadap perkembangan di Bangkalan. Banyak hal yang ditanyakan. Obrolan kami berlanjut hingga membahas perkembangan Pilkada 2018.

”Saya cinta Bangkalan. Setiap ada kiai dan tokoh masyarakat yang datang ke sini (lapas, Red) selalu saya tanya mengenai kondisi Bangkalan. Termasuk pilkada,” ucap mantan ketua DPRD Bangkalan itu.

Dalam pilkada kali ini, Kiai Fuad merestui dan mendoakan pencalonan R. Abdul Latif Amin Imron. ”Ra Latif datang ke sini (lapas, Red) untuk pamit maju sebagai calon bupati Bangkalan. Dan saya merestui,” tuturnya.

Dia menegaskan, tidak mengintervensi pencalonan Ra Latif. ”Saya tidak cawe-cawe, hanya merestui dan mendoakan serta tidak mendikte Ra Latif. Bagaimana saya mendikte, wong saya ada di lapas dan tidak boleh pegang HP,” tegasnya.

Restu Kiai Fuad berdasar pertimbangan yang matang. Selain karena banyak masukan dari para kiai dan tokoh masyarakat, Ra Latif baik dan tidak tersandung kasus hukum. Ra Latif juga dianggap sudah mumpuni. Apalagi, pernah menjadi pimpinan DPRD dan memimpin partai.

Alasan lain, Ra Latif berkomitmen memperbaiki Bangkalan dan menata birokrasi dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. ”Alasan ini yang membuat saya memberikan restu kepada Ra Latif,” ujarnya.

Meski Ra Latif adalah adiknya, Kiai Fuad tidak akan menjadikannya sebagai boneka. ”Saya tidak pernah berpikir Ra Ratif menjadi kepanjangan tangan saya,” tambahnya.

Karena itu, apabila nanti dalam perjalanannya Ra Latif mengingkari komitmen yang dijanjikan, Kiai Fuad tidak segan meminta para kiai dan tokoh masyarakat mengingatkan. Jika perlu kiai dan tokoh masyarakat datang untuk menagih janjinya.

”Ra Latif tidak akan mengingkari janji pada seluruh masyarakat Bangkalan. Dia adik saya. Saya tahu karakternya. Dia sangat baik,” ucapnya.

Kiai Fuad juga menyadari ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja putranya saat memimpin Bangkalan sejak 2013–2018. Karena itu, dia berharap, Ra Latif bisa menebus kekecewaan masyarakat tersebut jika nanti mendapat amanah masyarakat.

”Saya mohon maaf kepada masyarakat Bangkalan jika selama kepemimpinan anak saya kurang memuaskan,” katanya.

Kiai Fuad tak lupa menitipkan salam kepada seluruh masyarakat di Kota Salak. Dia juga berkirim salam kepada para kiai, tokoh masyarakat, seluruh kepala desa (Kades), pejabat, dan aparatur, serta pimpinan dan anggota DPRD di Bangkalan.

”Semoga masyarakat memilih orang yang benar-benar bersih dan tidak tersandung kasus hukum. Khususnya kasus korupsi yang belum disentuh oleh hukum,” harapnya.

(mr/onk/luq/bas/JPR)