Menteri Susi Pudjiastuti Janji Siap Bantu Permodalan Nelayan Cantrang – Radar Kudus

Susi yang menggunakan helikopter mendarat di Stadion Krida Rembang sekitar pukul 10.00. Setibanya di stadion, Rombongan didampingi bupati langsung menuju kawasan PPP Tasikagung untuk melihat proses verifikasi kapal cantrang dan dialog.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, proses verifikasi dan validasi data kapal cantrang sudah berlangsung tiga hari. Dia mengapresiasi pemilik kapal yang telah datang untuk verifikasi.

”Nelayan tahu alat tangkap yang digunakan secara terus menerus tidak dapat dipakai,” ungkapnya pada media kemarin.

Terkait permodalan pemerintah janji membantu masyarakat dalam hal agunan. Susi menyatakan soal modal  kapal nelayan bisa dijadikan agunan. Pihaknya meminta Jasindo mengasuransikan kapal sekaligus anak buah kapal (ABK).

“Kalau ada kecelakaan perbankan dapat ganti. Sebaliknya pemilik kapal tidak kehilangan kapalnya sebab sudah dijamin. Makanya mereka akan didampingi, untuk memenuhi kebutuhan terkait permodal. Namun harus benar-benar niat ganti alat tangkap. Kalau tidak pemerintah tidak dapat membantu, ” tegasnya.

Terkait nilai maksimal pinjaman, Susi menyebutkan biasanya perbankan 60 persen dari yang dijaminkan. Mengenai bunganya, ke depan dapat berkirim surat Menkeu atau BUMN kepada pemilik kapal.

Sebetulnya ukuran kapal cantrang bukan UMKM. Revenue mereka setiap tahun diatas Rp 5 milar. Sementara UMKM patokan dari pemerintah Rp 4,5 miliar, tetapi omzet mereka rata-rata di atas Rp 6 miliar.

“Untuk itu, mereka harus sadar tidak menggunakan solar subsidi. Sebab, solar subsidi milik kapal-kapal kecil dibawah 30 GT,” tegasnya.

Hingga kemarin telah ada 200 lebih kapal cantrang yang turut verifikasi. Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Agus Suherman optimis semua pemilik kapal cantrang akan patuh hingga proses lanjutan asistensi perizinan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Japar Lumban Gaol, pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai menyampaikan setelah dilakukan verifikasi masih ada tahapan lagi. Lewat penempatan gerai ditindaklanjuti perbankan. Serta mendapatkan surat keterangan melaut (SKM).

”Untuk kapal secara keseluruhan di Rembang sekitar 700-an, khusus cantrang ada sekira 251 kapal. Untuk yang 30 GT ke bawah totalnya 61 kapal, sebaliknya yang ukuranya di atas 191 kapal,” terangnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)