Menyesal, Hina Satlantas di Medsos, Pria Ini Minta Maaf ke Polres – Radar Kudus

Hal itu berupa hinaan terhadap institusi Polri, khususnya Satlantas. Karena resah dengan komentar negatifnya itu, dia kemarin mendatangi Polres Kudus dan meminta maaf.

Pria yang diketahui warga Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, itu, mulanya mengomentari postingan tentang razia Satlantas Polres Kudus. Postingan itu, diunggah salah satu warganet di grup jual beli Bakulan Kudus dan Sekitarnya pada Jumat (9/2) lalu.

Di kolom komentar dengan gamblang dia berkata kasar dan tak senonoh. Kata-kata itu, disampaikan dengan akun miliknya dengan nama Facebook Mas Kaji. Komentar pedasnya itu, langsung ditanggapi warganet. Baru 54 menit diunggah, ada 20 komentar balasan dari netizen.

Rata-rata komentar balasan itu, berisi teguran kepada pemilik akun Mas Kaji agar berkata baik. Salah satunya disampaikan Andry Firnadi dengan komentar: ”Ati” mas nek komen..”.

Akibat kecerobohannya itu, dia diminta kerabat dan teman-temannya untuk meminta maaf ke Polres Kudus. Lantas, kemarin dia mendatangi Polres Kudus dan meminta maaf karena telah berkata negatif dan tidak benar tentang institusi Polri. Permintaan maafnya diterima oleh anggota Satreskrim Polres Kudus dan Kanit Laka Polres Kudus Iptu Ngatmin.

Selain itu, dia juga membuat video berdurasi satu menit tentang permintaan maaf dan mengkui perbuatannya. Video itu, dia unggah sendiri di akun Facebook-nya.

Menanggapi hal ini, Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono mengatakan, ucapan Choirul Andik di medsos memang menghina institusi Polri. Sebab, ada kata ”Polisi Penjahat Kabeh”. Sebenarnya hate speech atau ujaran kebencian itu, sudah diketahui Tim Cyber Polres Kudus dan bisa saja dilakukan penangkapan karena melanggar UU ITE.

”Tapi karena yang bersangkutan sudah bersedia datang ke Polres Kudus untuk meminta maaf, kami maafkan. Maaf itu dengan syarat, yakni tidak mengulangi perbuatannya lagi dan selalu barkata baik di medsos,” imbuhnya. 

(ks/ruq/lin/top/JPR)