Meski Tak Ditutup, Obyek Wisata Tulamben Masih Sepi – Bali Express

Lesunya tingkat kunjungan  diakui oleh penjaga loket karcis obyek Tulamben Gede Sutapa.  Jika situasi normal,  dalam sehari dirinya bisa menjual sebanyak 50 karcis. Namun saat ini hanya mampu menjual 3 karcis saja.

“Pengunjungnya sepi yang mau diving, karena dampak Gunung Agung statusnya naik ke level Awas. Biasanya kalau normal dalam sehari ada 50 turis yang diving. Sekarang paling tiga sampai lima pengunjung saja,” ujar Sutapa, Rabu (29/11).

Ia menambahkan lesunya kunjungan turis untuk menikmati keindahan bawah laut perairan Tulamben mulai menurun sejak Bulan September lalu.  Yakni Saat Gunung Agung dinyatakan berstatus Awas pada tanggal 22 September 2017 lalu.

Namun setelah aktivitasnya menurun dan statusnya diturunkan dari level Awas ke Siaga akhirnya kunjungan kembali menggeliat. Bahkan pada tanggal 31 Oktober lalu,  obyek ini kembali dibuka untuk umum.

“Nah saat Gunung Agung turun status, pada 31 Oktober dibuka kembali. Pengunjungnya mulai rame,  sehari bisa 30 penginjung.  Nah sekarang sejak 26 November ini kembali anjlok hanya dua atau tiga pengunjung dalam sehari,” imbuhnya.

Dampak menurunnya jumlah pengunjung juga dirasakan oleh Luh Sutamin.  Wanita yang berprofesi sebagai porter (pembawa tabung oksigen,  Red) harus kehilangan pendapatan lantaran jumlah pengunjung yang sepi.

“Sehari jika normal (tidak ada erupsi,  Red) bersih saya dapat Rp 100 ribu.  Itu tugasnya ngangkut tabung oksigen untuk dipakai diving. Tapi sekarang paling hanya dapat 20 ribu sehari.  Ya daripada bengong di pengungsian, ” ujar Luh Sutamin yang mengaku mengungsi di Desa Tianyar Timur.

(bx/dik/yes/JPR)

Source link