MPV Jenis Bensin Masih Lemah – Radar Bojonegoro

Padahal, sebelumnya pasar mobil MPV bensin di Lamongan cukup prospektif. Tapi, karena berbagai alasan, sehingga pangsa pasarnya tergeser oleh jenis MPV berbahan bakar solar. 

Mia, salah satu sales diler mengatakan, pasar MPV bensin sedikit turun. Meski tidak signifikan, tapi penjualannya memang berbeda dibanding periode sama tahun lalu.

Mungkin karena produknya identik dengan jenis solar. Sehingga, terobosan baru menggunakan BBM bensin menjadi kurang baik pasarnya. 

Jika sebelumnya, kata dia, penjualan MPV bensin bisa tembus 6-8 unit per bulan, sekarang turun menjadi 4-5 unit per bulan. Bahkan, bisa lebih sedikit kalau kondisi pasar secara keseluruhan sedang lesu. 

Menurut Mia, salah satu produknya jenis MPV memang dikenal dengan jenis solar. Sehingga, pangsa pasarnya jelas, selain itu sebagian konsumen mengaku lebih irit.

Padahal, jika diperhitungkan pengeluarannya sama karena cc dari kendaraan tersebut sama. 

Tapi, mengenai tipe dan jenis mobil memang selera. Sedangkan, konsumen Kota Soto ini untuk merek tertentu memang lebih mempercayakan pada MPV jenis solar. “Soalnya kalah sama branding sebelumnya,” ungkapnya. 

Restu sales diler lainnya mengatakan, setiap diler akan memiliki objek penjualan berbeda. Karena masing-masing produk memiliki pangsa pasarnya sendiri. Sehingga, tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa penjualan MPV bensin lebih rendah. 

Karena setiap diler akan memiliki produk andalannya, terkadang diler tersebut memasang target tinggi untuk penjualan bensin. Sedangkan, pasar sedang membutuhkan jenis solar. “Memahami situasi pasar memang perlu,” tandasnya. 

Tapi, masing-masing diler memiliki performa masing-masing dalam menggaet konsumen. Salah satunya dengan mengandalkan kualitas serta modifikasi produk.

(bj/rka/rij/bet/JPR)

Source link