Dede Rachman Sudjana, pria yang pernah bekerja di banyak hotel di Indonesia ini mengaku takjub dan kagum dengan budaya Gresik. Selain memiliki tingkat keagamaan tinggi, budaya ngopi di Gresik ternyata dimanfaatkan untuk berdiskusi di warung kopi.

“Meski kota kecil, pertama kali saya masuk di sini kaget. Ternyata banyak perumahan elit dan perusahaan besar juga,” katanya.

Pria yang hobi mengendarai moge itu menambahkan, selama bekerja di Gresik dia tidak merasa kesulitan untuk adaptasi dengan pegawainya. Di tempatnya bekerja sudah sesuai passion dimiliki.

“Saya mayoritas hotel syariah. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk penyesuaian karena aturan berjalan lama. Saya hanya tinggal improvisasi,” pungkas dia. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)