Mudah karena di Kawasan Ajyad – Radar Kediri

RAMAI: Kawasan Ajyad, tempat jamaah Rameyza menginap, sangat dekat dengan Masjidil Haram.
(HERI MUDA SETIAWAN – JawaPos.com/RadarKediri)

Mendekati akhir Ramadan suasana Makkah semakin padat. Banyak jamaah yang sengaja datang untuk melakukan iktikaf. Mereka yakin dengan memperbanyak iktikaf, Lailatul Qadar akan didapatkan.

Jamaah Rameyza Tour & Travel termasuk beruntung. Karena tempat menginap ada di kawasan Ajyad. Yang jaraknya sangat dekat dengan Masjidil Haram.

Kawan Ajyad merupakan jalanan utama Makkah. Kebanyakan, bila menuju ke Masjidil Haram akan melalui jalan ini. Tak heran banyak hotel berbintang di sepanjang jalan.

Tepat di depan hotel jamaah Rameyza berdiri salah satu istana milik Raja Arab Saudi. Karena itu sering terdengar raungan sirene polisi melakukan pengamanan.

“Ajyad ini termasuk kawasan istimewa dan jalur utama menuju Masjidil Haram,” jelas ustadz Mubarok Ainul Yaqin, muthowwif jamaah Rameyza.

Karena keistimewaanya itu, jamaah Rameyza bisa setiap saat melakukan ibadah dan iktikaf di Masjidil Haram. Meskipun azan sudah berkumandang. “Pintunya masih dibuka. Cuma disarankan berangkat dari hotel tidak mepet waktu azan biar dapat tempat di dalam masjid,” lanjut Mubarok.

Tentu berbeda jika jamaah menginap di hotel yang berada di kawasan lain. Yang mungkin saja ketika azan sudah berkumandang, akses menuju masjid tidak bisa setiap saat dimasuki. “Biasanya radius berapa meter jalannya sudah ditutup. Sehingga untuk bisa sampai masjid harus cari jalan lain yang memutar,” tandas Mubarok.

Berada di kawasan utama benar-benar dimanfaatkan para jamaah untuk memperbanyak ibadah dan iktikaf di Masjidil Haram. Tak hanya bagi jamaah Rameyza, tapi juga jamaah lain. Tak sedikit dari mereka ngebleng selama sehari di masjid. Setelah tarawih mereka memilih bertahan. Mengikuti tahajud bersama, witir, dan doa qunut. Meski bacaan doanya tidak singkat, justru menjadi daya tarik bagi jamaah. Mereka mengharapkan ridha Allah atas doa yang dibaca para imam-imam terbaik Masjidil Haram. “Biasanya baru sahur pulang untuk makan,” ungkap muthowwif yang dikenal sabar ini.

Selepas sahur, jamaah bergegas kembali ke masjid. Mereka khawatir tidak mendapat tempat untuk salat subuh. Nah, karena malam habis untuk iktikaf, selepas subuh banyak jamaah yang tidur di dalam masjid.

Selain itu, kemarin adalah hari Jumat. Dan kesempatan bagi jamaah Rameyza bersalat jumat di Masjidil Haram.

(rk/die/die/JPR)

Source link