Mulai Bangun Mata Air Compang – Radar Kediri

Jika tahun lalu Pemerintah Desa Purworejo hanya sebatas menyampaikan rencananya, tahun ini mereka telah memulai pembangunannya. “Awalnya kita bersihkan dahulu sisi timur mata air,” ujar Kepala Desa Purworejo Jupri.

Di sisi timur lokasi mata air memang terdapat banyak semak. Nantinya di sana akan dibangun gerbang masuk, tempat loket, dan sejumlah ruko. Ruko itu akan digunakan warga sebagai pusat jajanan dan pemasaran produk hasil UKM.

Tidak hanya itu, sisi timur mata air rencananya juga akan digunakan sebagai kolam pemandian. Ada tiga kolam pemandian. Untuk dewasa, anak-anak, dan balita. Tak hanya membersihkan semak, pihaknya juga telah mendatangkan sejumlah batako. Nantinya akan batako itu akan gunakan untuk membuat pagar yang mengelilingi lokasi mata air yang luasnya lebih dari satu hektar tersebut.

Selain sebagai kolam pemandian, di lokasi yang ditumbuhi pohon-pohon besar itu juga akan dibangun wahana permainan. “Yang kita anggarkan salah satunya ada flying fox,” ujar Jupri. Selain itu, ada sejumlah  fasilitas lain. Seperti lintasan atau trek motocross dan embung untuk irigasi dan wisata perahu.

Untuk menunjang kemajuan wisata tersebut Jupri dan jajarannya juga menjalin kerjasama dengan salah seorang warga. Tujuannya untuk menggandeng kebun coklat yang kebetulan berada di sebelah lokasi mata air. “Kebetulan di sini (kebun cokelat) sudah ada  gazebo dan bangunan lain mirip rumah. Rencananya nanti akan difungsikan sebagai rumah makan,” ujar Jupri.

Selain itu ada pula wisata edukasi dan tempat produksi cokelat. “Pemiliknya sudah menyampaikan ke saya kalau nanti akan menyediakan alat untuk produksi cokelat kecil-kecilan,” ujar Jupri.

Khusus untuk wisata pemandian, nantinya akan dikelola sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuannya tentu untuk meningkatkan pendapatan asli desa. “Di samping juga bergerak di bidang penjualan alat tulis kantor (ATK),” ujar Jupri.

Untuk kepengurusan BUMDES, ternyata sudah resmi terbentuk sejak setahun yang lalu. “Pengurus ada lima orang. Sedangkan pengawasnya juga ada lima orang,” ujar Jupri.

Terkait proses pembangunan, Jupri menargetkan waktu satu tahun. “Kita awali dengan anggaran Tahun 2017 dan  2018,” ujar Jupri.

(rk/die/die/JPR)

Source link