Mulai dari Lampion hingga Menu Bebek Cantonese – Radar Kediri

Hujan terus mengguyur Kota Kediri sejak siang hingga sore kemarin. Bagi warga Tionghoa, hujan di malam Tahun Baru Imlek bisa dianggap sebagai sebuah keuntungan tersendiri. Sebagian percaya bahwa turunnya hujan pertanda berkah yang datang dari langit.

Setidaknya itu pula mungkin yang dirasakan oleh para karyawan Hotel Grand Surya Kediri kemarin sore. Meskipun gerimis mengguyur, mereka tetap tampak semangat berfoto bersama di halaman hotel. Menariknya, mereka semua mengenakan pakaian cheongsam, pakaian khas Tionghoa. “Karena menyambut Imlek, semua karyawan berpakaian cheongsam,” ujar Public Relations Manager Hotel Grand Surya Kediri Del Piero.

Menurut dia, setiap kali datang perayaan Tahun Baru Imlek, Hotel Grand Surya memang memiliki program khusus. Salah satu yang menjadi andalan adalah dengan menyajikan menu dinner atau makan malam dengan menu khas Imlek atau Tionghoa.

Tahun ini, menu makan malam khas Imlek disajikan selama dua hari, yakni pada 15-16 Februari. Del Piero mengatakan, sebenarnya ada banyak pilihan menu yang ditawarkan. Namun, salah satu yang menjadi tradisi adalah Bebek Cantonese. Selain itu, masih ada angsio, pudding buah naga, sup ayam rempah, dan menu-menu lainnya.

Mengenai harga, Del Piero menyebut untuk sekali dinner kisarannya adalah Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per orang. Pihak hotel juga menyajikan menu buffet sebagai pilihan. “Kami sajikan baik di kafe maupun di restoran,” sambungnya.

Tak hanya sebatas menu, nuansa hotel pun dibuat sedemikian rupa agar terasa Tahun Baru Imlek. Di antaranya adalah dengan memasang ornamen-ornament bernuansa Imlek. Misalnya, di bagian lobi diletakkan pohon angpao dan sebuah gapura khas Tionghoa. Hanya, kemarin gapura tersebut sudah dipindahkan ke Skydisc.

Del Piero mengatakan, adanya program dinner Imlek tersebut merupakan salah satu strategi bisnis untuk menggaet pengunjung. Selama ini, mereka yang berkunjung tidak hanya terbatas dari kalangan etnis Tionghoa, melainkan masyarakat dan tamu hotel lainnya juga ikut mencoba menu-menu tersebut. “Ini memang sudah menjadi program tahunan,” sambungnya.

Tidak hanya di hotel, pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin di berbagai pertokoan dan pusat perbelanjaan di Kota Kediri juga ikut memasang pernak-pernik Imlek. Mulai lampion hingga hiasan-hiasan lainnya bernuansa merah.

Seperti yang terlihat di Kediri Mall. Memasuki pintu gerbang, pengunjung juga disambut dengan sebuah gapura merah bertuliskan Gong Xi Fa Cai. Di atasnya juga ada deretan lampion. Belum lagi di toko-toko dan gerai yang ada di mall tersebut, mereka juga menawarkan berbagai diskon menyambut Imlek.

Manajer Kediri Mall Irwan Hardianto mengatakan, pernak-pernik Imlek memang sudah menjadi agenda rutin yang digelar. Hal itu bertujuan agar suasana Imlek begitu terasa. “Tapi memang tahun ini tidak semaksimal tahun-tahun sebelumnya,” kata Irwan saat dihubungi wartawan koran ini kemarin.

Namun, khusus untuk program diskon Imlek, pihak pengelola Kediri Mall menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing gerai. Mereka dipersilakan untuk membuat program diskon atau menghias gerainya dengan beraneka ragam hiasan khas Imlek.

Kendati demikian, Irwan mengatakan bahwa pada 18 Februari nanti pihaknya akan mengundang pertunjukan barongsai. Tidak hanya sekadar beratraksi di lantai dasar, namun barongsai itu rencananya juga akan berkeliling mulai dari lantai pertama hingga lantai empat di mall itu. “Jadi nanti akan berkeliling ke semua lantai,” katanya.

Tujuan adanya pertunjukan barongsai tersebut lagi-lagi adalah untuk menarik pengunjung. Terlebih perayaan Imlek kini juga sudah dijadikan sebagai hari libur nasional. “Tujuannya agar pengunjung bisa semakin banyak dan terhibur,” tandasnya.

Masih dalam pantauan wartawan koran ini, pusat perbelanjaan Golden Swalayan juga memiliki program diskon khusus menyambut Imlek. Beberapa produk didiskon, mulai dari 20 persen hingga 50 persen. Tampak pula hiasan-hiasan khas Imlek di pasar swalayan itu.

(rk/die/die/JPR)

Source link