Mulai Hari Ini, Rita Pasaraya Berhenti Operasi – Radar Semarang

“Kesempatan waktu pindah  akan dibahas antara manajemen dengan pengelola. Yang kita harapkan, aset dijaga bersama. Kalau pemindahan tidak waton, tempat yang ditinggalkan dalam kondisi bagus. Tidak semrawut,” kata Sekda Wonosobo Eko Sutrisno usai memimpin rapat dengan jajaran manajemen Rita Pasaraya, karyawan, serikat pekerja, Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo serta sejumlah SKPD di ruang Mangunkusumo, akhir pekan lalu.

Menurutnya, masalah Rita Pasaraya sudah jelas, tidak ada perpanjangan lagi. Setelah masa kontrak dan toleransi habis, eks gedung Rita Pasararaya  akan digunakan oleh pemerintah daerah.

Sementara berkaitan dengan nasib tenaga kerja, Eko berharap pihak manajeman bersikap bijaksana dengan mengacu pada aturan ketenagakerjaan. Ia meminta Dinas Tenaga Kerja Wonosobo untuk mengawal nasib tenaga kerja tersebut.

Dengan keputusan tersebut, pihak manajemen Rita Pasaraya mengaku pasrah. Rita Pasaraya akan membangun gedung baru yang lebih besar. “Sebagai warga negara yang baik kita ikut apa yang menjadi keputusan pemerintah, namun kita berharap kalau diberi kesempatan hingga pembangunan gedung selesai,” ungkap Pemilik Rita Pasaraya Buntoro.

Menurutnya,  Rita akan membangun tempat yang baru dengan fasilitas yang lebih banyak dan berorientasi rekreatif, sehingga tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan saja. Total luas lahan yang sudah dimiliki 20 ribu meter persegi. Namun hanya 10 ribu meter persegi yang akan digunakan.

“Pembangunan nanti akan berlangsung antara 2,5 hingga 3 tahun, makanya kalau tempat belum difungsikan ya kita harapkan  (lokasi lama) bisa dipakai, kalau memang diperbolehkan ya kita gunakan tapi kalau tidak ya sudah,” katanya.

(sm/ale/ida/JPR)