Musnahkan Miras Jelang Puasa – Radar Kediri

Pemusnahan tersebut berlangsung di Jalan KDP Slamet. Atau di depan Mapolres Kediri Kota. Berlangsung mulai pagi, dengan menggunakan kendaraan penggilas aspal atau road rollers. Yang menarik, para pejabat anggota forum pemimpin daerah (forpimda) sempat menaiki road rollers tersebut saat berjalan melindas ribuan botol yang ditata di aspal jalan. Termasuk Pjs Wali Kota Kediri Jumadi, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Dandim 0809 Letkol Dwi Agung Sutrisno, serta Dan Brigif Mekanis 16 / Wirayudha Kolonel Inf Slamet Riadi.

“Semua barang bukti (yang dimusnahkan) hasil sitaan. Selama ini kami amankan di berbagai markas kepolisian wilayah hukum Polres Kediri Kota,” terang Anthon saat memberikan sambutan sebelum acara pemusnahan.

Menurutnya, barang-barang yang dimusnahkan kemarin merupakan hasil beberapa gelar operas yang dilakukan polisi. Tujuannya agar tercipta suasana kondusif. Baik itu menjelang atau selama Ramadan nanti.

Pihak Polres Kediri Kota telah melakukan operasi seperti itu selama satu setengah bulan. Mulai 1 April dan berakhir pada 15 Mei.  Selama operasi itu polisi telah berhasil menyita 3.340 botol miras beragam jenis. Juga terdapat 39 jeriken yang total isinya mencapai 3.285 liter. Bila dihitung volume, total miras yang dimusnahkan mencapai 3.500 liter.

Selain itu, berbagai jenis narkoba dan psikotropika juga telah diamankan. Di antaranya 14.500 butir pil dobel L dan 2,28 gram sabu-sabu.

Pemusnahan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Ribuan botol miras ditempatkan di aspal jalan. Kemudian digilas oleh road rollers. Sedangkan sabu-sabu dan pil dobel L dimusnahkan dengan cara dibakar.

Anton menambahkan selama ini banyak kasus kekerasan berawal dari konsumsi miras. Minumah beralkohol itu memicu tindakan yang membahayakan bagi masyarakat umum. “Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bagi si pengonsumsi miras saja. Tapi bisa membahayakan orang lain juga,” tegas Anthon.

Dia kemudian mencontohkan kasus yang berawal dari konsumsi miras. Seperti ugal ugalan di jalan raya yang mengakibatkan laka lantas, membuat kericuhan di tempat umum, hingga melakukan tindakan kekerasan.

“Inilah yang tidak kami inginkan. Khususnya di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Apalagi sekarang sudah mulai memasuki bulan suci Ramadan,” imbuhnya. Kapolresta menyebut, aparat tidak hanya menindak penjual saja. Tetapi juga warga yang melakukan pesta miras. Baik di warung maupun di pinggir jalan. Semua akan diamankan.

Selain itu, risiko kematian akibat miras dan narkoba sangat tinggi. “Hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat miras oplosan di Kota Kediri. Dan, jangan sampai hal itu terjadi,” tutur Anthon.

Dandim Letkol Dwi Agung Sutrisno berharap suasana Kediri yang kondusif bisa dipertahankan. “Mari kita bersama-sama menjaga ikon tersebut. Jangan sampai ikon damai di Kota Kediri hilang,” ujarnya dalam sambutan kemarin.

Sementara, Pjs Wali Kota Kediri Jumadi mengatakan, pembinaan karakter sejak usia dini sangatlah penting. Karena ini menyangkut kepribadian anak-anak. Pada masa itulah mereka sangat mudah terpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Maka peran orang tua dalam membina anak inilah yang harus dimaksimalkan untuk masa depan yang baik dan terbebas dari miras dan narkotika.

Dalam pemusnahan kemarin, juga terlihat hadir semua unsur masyarakat. Selain personil Satgas Operasi Tumpas Narkoba dari TNI, BNN, dan Pol PP, juga pimpinan ponpes di Kota Kediri, FKUB-PAUB Kota Kediri, pengusaha, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

(rk/*/die/JPR)

Source link