Musnahkan Upal Hingga Amunisi – Radar Semarang

Pemusnahan tersebut disaksikan sejumlah pejabat perwakilan dari Pengadilan Negeri (PN), Polrestabes, Bea dan Cukai, Bapas di Semarang, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng, yang dilakukan di halaman kantor Kejari, Jalan Abdurrahman Saleh, Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Rabu (4/7).

Adapun sejumlah barang bukti yang dimusnahkan dibagi dalam 10 kelompok, diantaranya; narkotika meliputi Sabu 1.327,885 gram dan 294 paket, ganja 129,132 gram, 11 paket dan 11 linting, ada juga Tembakau Gorila 6 gram, MMDA 34 paket, Kokain 4 paket.

Kemudian, obat keras meliputi, exstaci 1.812 butir, Trihexi 298 strip dan 8,608 butir, Heximer 3,270 butir, Riklo 101 tablet, Clonazepam 21 butir, Dextro 110butir, Yarindo 10,131 butir.

Selanjutnya, amunisi 50 butir caliber 99 mm, 9 butir caliber 22 mm, 5 butir caliber 22 mm peluru karet. Ada juga Sofgun 1 pucuk, handphone 141 buah. Kemudian ada lagi, pita cukai palsu 3,670 lembar. Minuman keras jenis ciu dan ratusan lembar uang palsu.

Kepala Kejari Kota Semarang, Dwi Samudji semua barang bukti tersebut dimusnahkan sesuai dengan putusan pengadilan yang sudah putus perkaranya, diakuinya pemusnahan itu hanya sebagian karena sebagian sudah dimusnahkan sejak masih dipenyidik baik Polrestabes dan BNN. Barang bukti tersebut merupakan yang disisihkan dalam bukti persidangan.

“Kita cek semua, termasuk persenjataan dan narkoba yang mau dimusnahkan, siapa saja juga tidak bisa mengambil sembarangan karena sudah disimpan di brankas khusus barang bukti, kuncinya juga hanya dipegang satu orang,” kata Dwi Samudji di sela pemusnahan.

Terpisah, Kabid Brantas pada BNN Provinsi Jateng, AKBP Suprinarto mengatakan pemusnahan tersebut merupakan salah satu wujud salah satu penegakkan hukum dalam proses peradilan. “Dalam proses pemusnahan dilakukan secara terbuka, diawali pemeriksaan dan di cek secara detail,” katanya. 

(sm/jks/zal/ap/JPR)