MV Action Trader Tabrak Dermaga Petrogres – Radar Surabaya

Kapal seberat 25.189 Grosston itu mengangkut bahan baku phospat dari Singapura itu menabrak bumper dermaga saat akan sandar pukul 16.40. Menurut saksi mata, kapal hendak bersandar dengan kecepatan sedang.

Ketika hendak merapat ternyata, kapal tidak melambat namun terus melaju. Kapal kemudian bergerak ke sisi Barat dermaga hingga menerabas jembatan penghubung antara dermaga utama dengan dermaga dolphin.

Sejumlah petugas pelabuhan PG yang saat itu berada di pos pantau melarikan diri ketika kapal menabrak dermaga. Kapal baru berhenti beberapa setelah menabrak dermaga. Kasubag TU Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Nanang Affandi menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai musibah tabrakan kapal. Salahsatunya dengan memeriksa nahkoda MV Action Trader, Narto Armando.

“Untuk penyebab sementara ini karena arus. Saat itu untuk kecepatan arus mencapai 5 sampai 6 knot sehingga kapal sulit dikendalikan,” ujarnya.

Dikatakan, usai kecelakaan dholphin pelabuhan langsung roboh dan tenggelam. Sementara MV Action Trader hanya mengalami kerusakan kecil di bagian lambung sebelah kiri. “Selain nahkoda kami juga meminta keterangan pengelola pelabuhan dan ABK Action Trader,” tandasnya.

Ditempat terpisah, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Nugroho Crisdijanto mendatangi lokasi kejadian. Manager Humas PT Petrokimia Gresik, Ihwan Fahrurrozi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi diduga karena arus bawah laut yang cukup kuat. “Meskipun demikian, kita patut bersyukur karena tidak ada korban dalam musibah ini,” kata Iwan.

Dijelaskan, manajemen PT Petrokimia juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal dan KSOP. Namun Ihwan enggan menceritakan detail hal tersebut. “Untuk kerugian yang di derita perusahaan akibat musibah ini, masih kami hitung,” tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)