Nama Besar Sebagai Panglima – Radar Banyuwangi

Dari sebuah judul saja sudah sangat membuat kita penasaran akan arti dari kata “NAMA BESAR” yang memiliki makna seseorang yang memiliki nama yang terkenal dalam lingkup masyarakat tertentu dan yang saya bahas kali ini tentang “NAMA BESAR” yang seeseorang peroleh dari pengalaman/latar belakang yang buruk misalnya ia adalah seorang mantan narapidana yang dulu meresahkan warga dan sekarang sangat memiliki ketenaran,Sedangkan “PANGLIMA” yang memiliki makna seseorang yang memiliki kedudukan tertinggi atau kewenangan yang tinggi dan biasanya digunakan di bidang kemiliteran.

Dalam Teori yang dikemukakan oleh Harold D. Laswell (1984) berpendapat bahwa kekuasaan secara umum berarti ‘’kemampuan pelaku untuk memengaruhi tingkah laku pelaku lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku pelaku terakhir menjadi sesuai dengan keinginan dari pelaku yang mempunyai kekuasaan’’

Dari kedua kata diatas saya menyatukan keduanya sehingga mendapatkan kalimat yang sedikit aneh di fikiran kita yakni “NAMA BESAR SEBAGAI PANGLIMA”  kalimat tersebut saya peroleh dari fikiran yang selalu menghantui saya,mengapa demikian…???

Berbagai permasalahan yang terjadi disetiap Desa di Indonesia seperti halnya di kampung halaman saya yang penuh dengan kekacauan,judi dimana-mana,perampokan yang sering terjadi sehingga hal itu sudah lumrah dan menjadi hal yang sudah biasa dan hal yang sangat disesalkan apabila musim pemilihan kepala daerah dimana orang yang memiliki nama besar tersebut tersebut beraksi,ia masuk ke dalam politik misalnya,ia memanfaatkan ketenarannya sebagai orang yang disegani oleh masyarakat untuk dijadikan peluru agar dapat menduduki jabatan yang ia dambakan seperti dalam pemilihan kepala desa,di desa saya dimana seseorang yang memiliki nama yang sangat disegankan akan berkuasa dan ia menggunakan ketenarannya sebagai jurus yang ampuh untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi di tingkat desa serta banyak cara yang ia lakukan untuk mengambil hati rakyat seperti menyogok ataupun menipu rakyat desa dengan modal ketenaran,sehingga ia dapat terpilih sebagai kepala desa dan menjadi penguasa layaknya “PANGLIMA” hal tersebut saya sesa
lkan dimana hal-hal yang berbau negatif semakin menjadi-jadi dan meraja lela,judi yang meresahkan rakyat tampak menari-nari di setiap pekarangan rumah seperti halnya sabung ayam,domino,togel,dll.

Rakyat memang merasakan kenyamanan dikala musim pemilihan kepala desa telah tiba karena mereka dimanjakan dengan uang,bahan kebutuhan pokok,pakaian,dll.Rakyat tidak menyadari bahwa yang mereka peroleh hanyalah tipuan politik dari calon kepala desa tersebut yang ingin mendapatkan simpati dari mereka agar  apa yang ia inginkan tercapai yakni menjadi Kepala Desa dan Rakyat tidak memikirkan bahwa hal sogok menyogok seperti itu akan berdampak buruk bagi mereka dan Desa yang mereka diami tidak akan mendapatkan kata sejahtera karena di situ akan muncul tikus-tikus yang menggrogoti hak-hak mereka.

Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan dan bertingkah layaknya “PANGLIMA” ia mulai menyalahgunakan jabatan yang ia dapatkan untuk kepetingan pribadinya seperti halnya menguras Kas Desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan Desa malah digunakan untuk kepentingan pribadi dan yang paling parah kendaraan kantor (Plat Merah) yang disalahgunakan seperti digadai ke seseorang dan entah hasilnya buat apa?

Mungkin baginya kendaraan (Plat Merah) adalah kendaraan pembawa berkah tanpa memikirkan apa fungsi yang seharusnya.Kendaraan yang seharusnya digunakan sebagai alat transportasi untuk kebutuhan desa malah di salah gunakan secara tidak wajar.

Selain itu hal-hal yang meresahkan warga semakin menjadi-jadi karena perjudian meraja lela seperti sabung ayam  yang hampir setiap minggu berjalan lancar dan mendapat backingan(perlindungan) dari kepala desa tersebut,sehingga para penjudi dapat leluasa bermain judi dan tidak merasakan kekhawatiran karena mereka seperti sudah diberikan tempat atau sajian yang sangat nyaman layaknya surga bagi mereka.

Tingkah laku pemimpin rakyat yang demikian harus cepat ditindak lanjuti kalau perlu diberentikan secara paksa karena banyak sekali kerugian yang di alami Desa ataupun Rakyat yang dipimpinnya karena Rakyat memilih bukan di lotre dan rakyat memberikan kepercayaannya kepada beliau untuk memimpin dan mensejahterakan Desanya.

Entah kapan desa saya sejahtera dan lepas dari kendali  para pemimpin yang berlatar belakang tidak jelas itu yang sampai saat ini memimpin dan sangat meresahkan rakyat di desa saya.Saat ini rakyat sudah bisa merasakan rasa pahit yang sangat amat selama lima tahun ini. Hal ini akan terus berlanjut apabila Rakyat tidak memiliki pengetahuan dan asal-asalan memilih para pemimpinnya dan apalagi rakyat hanya diam atas penyimpangan yang di perbuat oleh kepala desa yang tak berbudi luhur tersebut,hakikatnya rakyat mendapatkan pemimpin yang tegas dan berbudi luhur dan rakyat ingin dipimpin oleh pemimpin yang bisa menjamin kesejahteraan desa mereka dan menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam hal ini perlu adanya kontribusi dari berbagai pihak seperti Pemerintah yang harus turun tangan mengatasi masalah penyimpangan ini dengan serius  agar negara ini semakin maju tanpa adanya ”KORUPSI” dan penyalahgunaan wewenang karena meskipun hanya di lingkungan kecil /sebuah desa apabila didalam perangkat Desa sudah banyak tikus-tikus yang mengambil uang dan hak rakyat maka jangan berharap ada kata sejahtera malah adanya kesengsaraan yang dialami rakyat itu sendiri dan sebaliknya apabila para pemimpin atau perangkat desa berbudi luhur dan menggunakan jabatannya secara adil niscaya kesejahteraan akan terjamin serta rakyat merasa nyaman dan tirciptalah surga yang sesungguhnya.

Source link